Selasa, 22 Maret 2011

Kabomania: Manajemen Persikabo gak Beres

Dugaan adanya jual-beli pertandingan di tubuh Persikabo juga dicurigai Kabomania. Pendukung setia Laskar Pajajaran tersebut menilai, ada yang tidak beres dalam manajemen Persikabo, dan harus segera diselesaikan.
Sekretaris Umum Kabomania, Sujiyono mengatakan, delapan kali kalah dari sebelas laga yang dilakoni pasukan Maman Suryaman memang menimbulkan tanda tanya besar. Kalau dilihat dari materi pemain, Laskar Pajajaran merupakan momok menakutkan bagi tiap tim yang tergabung dalam Grup Barat.
“Persikabo ini kan dihuni pemain bintang yang tak perlu diragukan lagi determinasinya, tapi kenapa prestasinya kian merosot. Padahal banyak tim yang menghindari bertemu Laskar Pajajaran. Ini kan berarti ada yang janggal dalam tubuh tim yang harus segera disikapi dengan cermat,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.
Praktik jual-beli pertandingan itu bisa saja terjadi karena skuad yang selama ini dikenal solid, sebenarnya rapuh. Bahkan, ungkapnya, komunikasi antarpengurus dengan jajaran tim pun sudah nyaris terputus, sehingga memberikan peluang oknum untuk berbuat demikian.
“Ya semua itu kan bisa saja terjadi, entah siapa yang melakukan. Tapi yang pasti bisa bermuara dari oknum pemain atau pengurus,” tegas dia.

Lebih lanjut ia memaparkan, kecurigaan Kabomania muncul dilandasi oleh hasil minor yang didapat Zaenal Arief dkk selama sebelas kali laga tandang. Serta, pemberitaan salah satu media nasional yang sempat mengulas transaksi jual-beli pertandingan oleh oknum di Ekalokasari Plaza, beberapa waktu lalu.
“Kami curiga kenapa sebelas kali main, tiga seri dan kalahnya sampai delapan kali. Jumlah kekalahan itu rasanya lebih dari batas kewajaran sebuah tim besar. Memang betul bola itu bundar, tapi ini kan aneh,” tuturnya.
Sujiyono menambahkan, saat ini jajaran pengurus kabomania akan berkonsolidasi membahas polemik itu, serta mengadakan penyelidikan terkait kecurigaan adanya praktik tercela itu.
“Kalau benar ada, artinya merugikan masyarakat kabupaten. Buat apa menghamburkan uang ratusan juta untuk main bola guna menaikan prestise daerah, tapi hasilnya nihil. Lebih baik dibagikan kepada warga yang membutuhkan,” ucap dia.
Kabomania juga berencana bertemu Ketua Umum Persikabo Rahmat Yasin (RY) guna mempertanyakan keseriusan Laskar Pajajaran lolos ke kancah Indonesia Super League (ISL) musim depan.

Saatnya Pemain Lokal Pindah Klub

Berkurangnya jam terbang para pemain muda Persikbo pada musim ini seperti Mum'min, Erik Ebol, Septian Encek, Kresna, Wawan Susilo, Dian Irawan dan Rojali secara tidak langsung akan berpengaruh pada mental atau psikologi para pemain masa depan Persikabo tersebut yang era Suimin Diharja lalu kerap mendapatkan kepercayaan penuh untuk menjadi stater tiap pertandingan. Untuk menjaga mental dan motivasi bertanding para pemain muda tersebut tidak ngedrop, lebih baik para pemain muda Persikabo itu mencari tantangan baru kebeberapa klub yang ada di Divisi Utama Ligina atau ISL. Mereka bisa mengikuti serangkaian seleksi dibeberapa klub yang ada di sekitar Jabar atau di Pulau Jawa seperti Pelita Jaya, Persita Tangerang, Persib Bandung, Persiba Bantul ataupun PSIS Semarang dll.
"Saya pikir para pemain muda Persikabo ini kualitasnya tidak jelek jelek amat. Namun, karena selera pelatih dan lain lain, maka para pemain muda ini saat ini lebih banyak diparkir . Bahkan, ada beberapa pemain muda yang sudah jarang pakaian dalam setiap pertandingan. Lebih baik para pemain muda ini mulai berpikir mencari klub baru pada musim depan. Karena ini akan menjadi tantangan dan bisa berdampak bagus dalam nilai kontrak mereka. Sebab kalau masih bergabung di Persikabo, mungkin nilai mereka masih tetap rendah. Hal yang wajar dan manusiawi kalau mereka dimusim depan mencari tantangan di klub baru dan menjanjikan uang kontrak yang lebih dari Persikabo," ujar Ketua Bogor Sport Journalis ( BSJ), Asep Syahmid Pangrango kepada Pakar dengan tegas.
Ia menambahkan, mininmnya jam terbang para pemain lokal Kabupaten Bogor ini harus menjadi catatan penting bagi pengurus Persikabo. Apalagi, saat ini manajemen dan pengurus Persikabo sudah menambah para pemain muda lainnya dengan status pemain magang. Hingga banyak sekali tenaga pemain muda di Persikabo ini yang kurang diberdayakan dalam setiap pertandingan.
"Sangat wajar, jika pelatih menentukan pemain yang akan diturunkan setiap pertandingan itu disesuaikan dengan strategi yang akan dilakukan. Namun, untuk terus menjaga kualitas pemain lokal terebut, saya berharap pengurus bisa memberikan kebijakan kepada para pemain muda Persikabo untuk mencari tantangan di klub lain. Kalau mereka diterima di klub lain dan bisa masuk stater , minimal hal itu juga akan menjadi kebanggan Persikabo dan masyarakat Kabupaten Bogor, karena putra terbaiknya bisa berkiprah diklub yang lebih besar . Tidak menutup kemungkinan, kalau tingginya jam bermain diberikan kepada para pemain muda Persikabo ini, maka para pemain ini akan dipantau oleh klub klub besar atau pemandu bakat dari PSSI," ujar Syahmid yang juga dikenal sebagai pengamat sepakbola Kabupaten Bogor ini.
Sementara itu, Herzon Hezkia , mantan Ketua FKSSB Kabupaten Bogor ini mengatakan, ia sangat setuju kalau para pengurus Persikabo mulai melakukan tambal sulam dalam proses magang di Persikabo. Ia berharap para pemain muda yang ada di Persikabo ini punya keberanian untuk mencari tantangan di klub luar Bogor atau luar Jawa. Terus, posisi mereka digantikan para pemain magang yang baru. Pengurus Persikabo Kabupaten Bogor harus memberikan kesempatan kepada para pemain mudanya yang sudah tiga musim di Persikabo untuk mengembangkan karirnya di luar Bogor. Saya akan merasa bangga kalau ada pemain muda di Bogor ini bisa tampil diklub klub besar Divisi Utama Ligina dan ISL," jabarnya.

Emeka Masih Mandul

Pembelian Oyoke Emeka Obidiah, salah seorang bomber asing Persikabo pada putaran kedua benar benar belum berdampak signifikan pada produktifitas gol Laskar Pajajaran. Lumbung gol tim besutan Maman Suryaman ini masih bertumpu pada Zaenal Arif, Jibby Wuwungan, Ilham Hasan dan Salim Alaydrus yang kerap menyumbangkan gol bagi tim Plat Merah milik masyarakat Kabupaten Bogor ini. Padahal, kehadiran Emeka ini diharapkan bisa menggantikan peran JP Boumsoung yang dinilai kurang greget di Persikabo karena masih cedera lutut. Namun kualitas Emeka ternyata masih jauh dibawah Boumsong, yang mampu menyumbangkan 2 gol bagi Persikabo pada putaran pertama lalu.
Masih mandulnya Emeka Obidiah sebagai bomber Persikabo saat ini mulai menuai protes dari para bobotoh Persikabo yang dikenal dengan Kabomania. Para Kabomania mengatakan, pembelian Emeka adalah hal yang aneh dan tidak masuk akal. Karena kualitas Emeka sendiri masih jauh dari tiga bomber lokal yang ada di Persikabo seperti Zaenal Arif, Jibby Wuwungan dan Ilham Hasan.
"Persikabo selalu gagal dalam pembelian bomber asing. Kenapa pemain sekelas Emeka ini masuk dalam skuad Persikabo yang noteben punya target Superliga. Kalau memang dari awal Ketua Umum Persikabo, Rachmat Yasin menginginkan Persikabo masuk Superliga, kenapa beliau tidak membeli Fortune Udo (Persiba Bantul), Pablo Frances (Persikab). Alberto Gonzalves (Persijap) ataupun bomber lainnya yang kualitasnya lebih bagus dan punya insting gol yang tinggi. Sekarang Fortune Udo menjadi top skore Divisi Utama Ligina dengan 23 gol bersama Persiba Bantul. Sementara Pablo Frances dan Beto saat ini mampu menjadi meteor baru di klubnya masing masing," ujar M. Yusuf Kiat, jenderal Kabomania kepada Pakar dengan tegas.
Sementara itu, Ronny Kusmaya, salah seorang PNS Disdik Kabupaten Bogor yang saat ini menjadi anak kesayangan Kadisdik menegaskan, Emeka sebenarnya tidak layak masuk dalam skuad Persikabo. Kualitasnya berada dibawah bomber lokal Persikabo. Bahkan, ia melihat sosok Emeka saat ini untuk lari saja sulit, karena badanya terlalu berat. " Kok, bisa yah manajemen, merekrut pemain seperti Emeka. Padahal, masih banyak bomber lain yang kualitasnya diatas Emeka," ujar Jubir Disdik Kabupaten Bogor.
Lebih lanjut, kata lelaki penggemar kerupuk udang ini mengatakan, kedepannya siapapun yang akan duduk dalam manajemen Persikabo, minimal mereka harus bisa lebih teliti lagi dalam melakukan pembelian pemain asing. " Pembelian pemain asing yang dinilai berhasil untuk pemain asing tahun ini mungkin hanya Eduard Valuta, karena sepintas saja ia mampu menujukan kualitasnya. Selain itu, saya melihat sosok Eduard termasuk pemain yang tidak manja atau tidak rewel. Ia mampu beradaptasi dengan baik di Persikabo," pungkas juragan angkot kelahiran Kabupaten Subang ini.
Sementara itu, arsitek Persikabo, Maman Suryaman masih menaruh harapan besar kepada Emeka untuk enam pertandingan tersisa. Bahkan, Maman mengaku akan menurunkan Maman dalam laga lawan PSLS nanti. Namun, apakah ia akan main sebagai stater atau cadangan, maman tidak mau menyebutkan secara detail.
Maman sendiri tidak mau membahas soal pembelian pemain terutama Emeka pada awal putaran kedua lalu. Sebab Maman saat ini hanya ingin fokus memenangkan semua laga tersisa yang akan dihadapi Persikabo. " Saya hanya akan fokus dalam menghadapi semua laga tersisa yang akan dihadapi. Karena saya ingin Persikabo menyapu bersih semua poin kandang dan tandang. Saya menginginkan semua pemain punya target memenangkan semua laga," ujar Maman Suryaman.
Lebih lanjut, kata Maman, ia bersama para pasukannya saat ini tidak memikirkan soal masih ada atau tidaknya peluang Persikabo menuju Superliga. Karena menurut dia hal terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah memenangkan semua partai kandang dan tandang. " Buat apa kita berandai andai soal target, lebih baik kita main bagus dan memenangkan semua partai yang akan kita hadapi baik kandang ataupun tandang. Kalau kita memikirkan target tapi hasilnya jeblok malah akan menimbulkan situasi yang tak sedap bagi tim dan para pemain. Lebih baik saat ini menangkan semua partai yang akan Persikabo lakoni," bebernya dengan tegas, yang mengaku masih siap menukangi Persikabo musim depan kalau memang ada kepercyaan dari pengurus Persikabo.
Dalam kesempatan yang sama, Maman juga tampak optimis laga melawan PSLS Lhoksemawe bisa dimenangkan dengan poin penuh oleh Persikabo. Selain itu, Maman juga telah mengintruksikan kepada para pemainnya untuk bermain all out dan membuat gol sebanyak banyaknya. Hal ini akan menjadi modal kepercayaan Kabomania kepada Persikabo.

Skull Fitnah Kabomania

Lagi-lagi supporter Persiraja berulah. Kekalahan yang diderita Persiraja saat bertandang ke markas Persipasi Bekasi dengan skor 1-0, Selasa (23/3), kemarin membuat beberapa dari mereka naik darah. Dari komentar yang dilayangkan salah satu supporter Persiraja lewat account Facebook Persiraja, disebutkan bahwa Bens bangku cadangan pemain Persiraja dilempari botol mineral oleh penonton. Namun, ada beberapa dari mereka justru menuduh supporter Persikabo (Kabomania) yang melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut dengan tuduhan bahwa Kabomania berniat membalas dendam akan perlakuan anarkis para supporter Persiraja kepada skuad Persikabo beberapa waktu lalu.
"Menurut info teman-teman kita di ambil dari web Persikabo, supporter Persikabo akan datang ke Bekasi untuk membalas perlakuan penontin atas tim mereka di Banda Aceh, bisa jadi mereka yang melakukannya," ujar salah satu pendukung Persiraja, Iskandar Muda dalam account facebook Persiraja, kemarin.
Hal senada pun diungkapkan supporter lainnya, Jhonny Afrizal. Ia menyebutkan bahwa yang melakukan aksi pelemparan tersebut bukan supporter Persipasi, melainkan Kabomania yang menyelundup ke bangku penonton Persipasi, karena Ia melihat di web Persikabo jika Kabomania bakal menyaksikan pertandigan tersebut.
"Hati-hati, itu supporter Persikebow yang menyusup ke bangku spporter Persipasi, mereka ingin balas dendam," ujarnya.
Sementara itu, Kabomania, Yusuf Kiat yang mendapat kabar langsung dari supporter Persipasi menjamin seratus persen bahwa Kabomania tidak ada yang melakukan aksi pelemparan botol kearah bens pemain. Apalagi dari pihak manajemen dan Kabomania sudah sepakat untuk tidak melakukan aksi balas dendam pada tim berjuluk Laskar Rencong tersebut.
"Tidak ada dari kami yang menyusup, kita kan berada di tribun festival, dan tidak ada yang berada di tribun yang berada di atas bens pemain, lagian buat apa kita melakukannya, toh dari manajemen sendiri dan kita sepakat untuk tidak membalas dendam, apalagi kita berharap juga Persiraja menang, kalau masalah ditimpuk sama penonton, mungkin supporter Persipasi yang juga tidak terima dengan perlakuan supporter Persiraja, karena mereka juga kurang sopan dengan Persipasi pada saat bertandang ke Aceh" jelasnya.

KABOMANIA MERASA TERSINGGUNG SESALKAN PANPEL BOGOR RAYA FC

Akibat tim kesayangannya dianiaya masyarakat bola di Banda Aceh belum lama ini, jajaran Kabomania dari semua Korwil yang ada melakukan konsolidasi mendadak guna menghadapi dua laga kandang melawan dua tim asal Aceh yakni PSLS dan PSSB Bireun. Bahkan, Kabomania juga mulai membuat beberapa program yang positif guna kemajuan Persikabo dan citra Kabomania itu sendiri. " Seluruh Kabomania harus kompak dari 40 Korwil yang ada di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Kita harus solid dalam segala hal. Kami merasa sakit hati ketika tim kami di Dzolimi oleh lawan dan pendukungnya.
" Makanya, hari ini kita berikrar sebagai kebangkitan Kabomania, elemen yang benar benar cinta kepada sepakbola dan Persikabo khususnya. Selain itu, kita tengan merumuskan soal masa depan Persikabo kedepan. Untuk itu kita juga akan melakukan urunan uang semua anggota Kabmania yang ada untuk memberikan tambahan gaji kepada manajemen untuk para pemain Persikabo. Disamping itu, kita juga akan melakukan pengundian soal Man Of The Match versi Kabomania dalam setiap pertandingan. Setiap pertandingan kita akan ngecrek atau urunan mengumpulkan uang dan uangnya akan kita berikan kepada pemain yang tampil menjadi bintang lapangan hari itu," ujar Muhamad Yusuf Kiat, yang kerap dipanggil Sang Jenderal oleh Kabomania yang lainnya.
Yusuf menambahkan, sebenarnya ia tidak terlalu berharap dengan pemberian uang yang diberikan manajemen kepada Kabomania. Karena Kabomania lebih baik mandiri. " Saya yakin Kabomania bisa kompak dan bisa memberikan uang kepada pemain. Kita tidak boleh asal terima setiap pemberian dari manajemen atau pengurus. Karena yang penting bagi kita adalah Kompak dalam memberikan dukungan kepada Persikabo setiap pertandingan," cetusnya yang mengeluhkan kepada Panpel Bogor Raya FC yang menutupi papan skor di Stadion Persikabo dengan nama Stadion Cibinong dan ada logo Bogor Raya FC nya.
Hal yang sama dikatakan, Arif pentolan Kabomania lainnya, ia mengatakan tidak setuju dengan sikap Panpel Bogor Raya FC yang menutup nama Stadion Persikabo menjadi Stadion Cibinong di Papan Skor yang ada di Stadion Persikabo.
"Sebenarnya nama Stadion ini adalah Stadion Persikabo, hal ini dilengkapi dalam surat surat di PSSI, BLI, FIFA ataupun Dispora dan Bagian Aset Pemkab Bogor. Saya heran kenapa pejabat Pemkab Bogor dan anggota DPRD Kabupaten Bogor diam saja ketika asset daerahnya dirubah namanya seenaknya," ujar Arif dengan nada geram.
Sementara itui beberapa pengurus teras Kabomania lainnya mengatakan, stadion ini dan Persikabo punya sejarah panjang, Makanya, Pemkab Bogor memberikan nama Stadion Persikabo dan bukan Stadion Cibinong. " Apa maksudnya orang Bogor Raya FC menutup nama Stadion Persikabo dengan nama Stadion Cibinong. Kami sebagai rakyat Kabupaten Bogor tidak senang dengan hal hal seperti itu. Kami berharap pengurus Persikabo tidak diam saja. Emangnya ini Stadion Milik Bogor Raya FC . Ini Stadion Persikabo milik Rakyat Kabupaten Bogor," ujar beberapa Kabomania yang mengaku heran, kenapa Bupati Bogor tidak peka pada hal kecil tapi prinsipil tersebut bagi kami.

HARUS SAPU BERSIH

Kendati peluang Persikabo kian menipis, namun para pemain Laskar Pajajaran ini tidak mau menurunkan tensinya untuk merebut semua poin penuh dalam lima laga kandang tersisa. " Untuk mengejar pemuncak klasmen Divisi Utama Wilayah Barat memang sangat sulit. Karena nilai mereka sudah sangat besar. Namun, kami sebagai pemain tentunya tidak akan mengendurkan tempo permainan. Bahkan, kami sudah sepakat untuk tampil all out dan meraih semua poin penuh dalam lima laga kandang dan satu laga tandang ke Bengukulu," ujar Kapten Tim Persikabo, Zainal Arif kepada Pakar kemarin petang di Cibinong.
Abo panggilan dari mantan bomber Persib dan Persisam ini menegaskan, kemenangan dalam lima laga kandang di Cibinong akan mengobati kerinduan prestasi tim ini oleh para Kabomania yang selama ini menjadi pemain ke-12 Persikabo. " Kami harus merebut semua partai kandang di Cibinong dan tandang di Bengkulu. Kami tidak berpikir soal target. Karena kami di Persikabo hanya ingin menang dan menang dalam semua laga. Mudah mudahan juga Persikabo bisa finish pada posisi 3 atau 4 besar. Intinya kita harus merebut semua poin dalam laga kandang dan sisa tandang di Bengkulu," beber ayah dari satu orang anak ini.
Lebih lanjut, tambah pesepakbola yang berparas tampan ini menegaskan, para pemain tidak boleh pesimis soal target Superliga. Karena tidak menurutnya, kompetisi belum usai. Selain itu, tidak menutup kemungkinan ada kebijakan baru dari PSSI atau BLI tentang kuota peserta Superliga. Mengingat belum lama ini ada beberapa tim ISL yang pindah ke LPI.
"Saya pikir hal terbaik yang harus dilakukan semua pemain adalah tampil all out dalam setiap pertandingan. Target pemain adalah menang dan menang dalam setiap pertandingan. Lima laga kandang tersisa di Cibinong wajib diraih Persikabo. Kemenangan adalah harga mati ," ujarnya berapi api.
Hal yang sama dikatakan pelatih kepala Persikabo, Maman Suryaman, menurutnya para pemain Persikabo harus tetap konsentrasi dalam enam sisa laga kandang dan tandang. Karena dengan enam kemenangan yang diraih dalam enam laga tersisa. Maka angka maksimal Persikabo akan berjumlah 40 poin. Angka tersebut tidak menutup kemungkinan akan menempatkan Persikabo pada posisi tiga besar dengan catatan beberapa tim yang ada diatas saat ini mengalami kekalahan terus. Namun, demikian, kata Maman, ia tetap berharap semua anak asuhnya bisa tampil konsisten, disiplin dan bisa memenangkan semua pertandingan tersisa , lima kandang dan satu tandang ke Bengkulu.
Maman menambahkan, peluang Persikabo untuk merebut poin penuh dalam laga melawan PSLS Lhoksumawe di Cibinong sangat terbuka lebar. Apalagi, dalam partai kandang ke PSLS, para pemain Persikabo mampu memetik satu poin penting.
"Saya optimis laga kandang di Cibinong akan dimenangkan Persikabo. Saya berharap para pemain bisa tampil dengan semangat tinggi guna menebus poin yang hilang saat tandang ke Aceh belum lama ini,"
Lebih lanjut, kata Maman, Sapu Bersih dalam lima laga kandang di Cibinong adalah hal yang harus diraih Zaenal Arif dkk. " Kualitas para pemain Persikabo diatas para pemain lawan yang akan datang ke Cibinong dalam lima laga kandang tersisa. Saya berharap semua pemain harus satu visi dan satu target yakni menangkan semua partai tersisa di kandang dan tandang. Peluang Persikabo ke ISL belum tamat. Makanya,kita fokuskan pada lima laga kandang dan satu laga tandang yang harus diraih dengan poin penuh semua," ujarnya dengan tegas.

Skuad Persikabo Sesalkan Pers Aceh

Kasus penyerangan yang dilakukan supporter Persiraja kepada tim Persikabo pada saat bertandang ke markas mereka beberapa waktu lalu mungkin tidak akan terjadi jika saja media lokal Banda Aceh tidak membesar-besarkan masalah tersebut. Dari situs berita media lokal Aceh yang dilansir oleh Pakar, memang terlihat kental sekali aroma provokasi yang mengharuskan masyarakat Banda Aceh untuk menuntut balas akan kekalahan Persiraja pada saat dijamu oleh Persikabo di Stadion Persikabo beberapa waktu lalu. Isu yang berkembang di Banda Aceh sebenarnya bukanlah fakta yang sebenarnya terjadi pada saat laga berlangsung.
Disitu, para awak media menggambarkan bahwa Persiraja benar-benar didzolimi oleh Persikabo dengan terror bens pemain, wasit yang lebih memihak Persikabo, hingga kasus peludahan Kapten Persikabo, Zaenal Arief kepada salah satu pemain Persiraja. Padahal semua kabar itu tidak pernah terjadi pada saat pertandingan berlangsung. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Pelatih Persikabo, Maman Suryaman. Ia mengatakan hampir semua media di Banda Aceh menyudutkan Persikabo, bahkan masalah Sonny Kurniawan yang sekarang hijrah ke Persikabo pun ikut diberitakan dengan nada provokatif.
"Pada saat kita sampai ke Banda Aceh, hampir semua media memberitakan hal yang menyudutkan Persikabo, mulai dari kartu merah dua pemain Persiraja, sampai kasus peludahan Abo, padahal semua itu tidak terjadi, siapapun warga Aceh yang membaca berita tersebut pasti akan tersulut emosinya, dan wajar saja jika mereka sampai berbuat anarkis seperti itu," ujar Maman disela-sela pemaparannya kepada pengurus Kabomania, kemarin.
Sementara itu penilaian yang sama juga disampaikan pentolan Persikabo, Zaenal Arief. Ia membenarkan jika fakta yang disuguhkan media Aceh tersebut bukanlah fakta yang sesungguhnya. Bahkan Ia mengaku tak pernah melakukan peludahan kepada pemain Persiraja, justru salah satu rekannya Salim Alaydrus yang diludahi pemain Persiraja.
"Pada saat itu posisi saya kan di luar lapangan, karena saya cedera, mana mungkin saya melakukan peludahan kepada pemain Persiraja, yang ada si Salim yang diludahi pemain Persiraja, jadi berita itu tidak benar, ya hal tersebut jadi pembelajaran saja bagi kita semua, yang penting anak-anak Persikabo tidak terprovokasi, dan Kabomania juga tidak menuntut dendam atas kejadian kemarin," jelasnya.

Kabomania Tidak Akan Balas Dendam

Pasca tragedi naas yang menimpa tim Persikabo saat bertandang di markas Persiraja Banda Aceh, minggu lalu, sempat tersirat kabar jika Kabomania merasa tidak terima dan ingin menuntut balas akan perlakuan tidak mengenakkan yang dilakukan oleh para supporter fanatik Persiraja, SKULL yang menyerang Maman Suryaman dkk. Mendengar kabar tersebut, akhirnya manajemen Persikabo melalui general manajer Persikabo, Mas'an Djadjuli menggelar pertemuan dengan para Kabomania untuk membicarakan masalah tersebut. Meskipun cukup kecewa dengan kelakuan para supporter Persiraja terhadap timnya, Mas'an menghimbau kepada para Kabomania untuk tidak bertindak gegabah dengan melakukan ajang balas dendam.
"Memang perlakuan para supporter Persiraja kemarin memang cukup keterlaluan, namun saya himbau agar Kabomania tidak melakukan aksi balas dendam kepada mereka" ucap General Manajer Persikabo, Mas'an Djadjuli kepada para pengurus Kabomania di mess Persikabo, Senin (21/3), kemarin.
Ia menambahkan, saat ini yang harus dilakukan Kabomania adalah tetap mendukung Persikabo agar dapat mencapai target lolos ISL. Untuk itu, Ia berharap dalam partai tandang Persiraja ke Persipasi dan Tangerang, Kabomania tidak mengusik mereka.
"Biarkan saja mereka bertanding, justru kalau bisa mereka itu menang, kalau mereka menang semakin sulit untuk kita menuju target ISL," tukas Mas'an.
Sementara itu setelah mendapatkan pemaparan dari Mas'an, Ketua Umum Kabomania, Dicky Dompas mewakili Kabomania juga sepakat untuk tidak melakukan aksi balas dendam. Ia menjamin, Kabomania yang telah dikoordinirnya tidak akan melakukan aksi anarki seperti yang dilakukan oleh massa supporter dari Persiraja.

Persikabo Menunggu Penambahan Kuota

Kendati perjalanan tim Persikabo menuju ISL terbilang cukup berat, General Manajer Persikabo Mas'an Djadjuli mengaku tak patah arang. Menurutnya, klub Persikabo yang diarsitekturi Maman Suryaman tersebut masih memiliki peluang untuk bisa tembus ke kasta ISL meskipun banyak orang meragukan hal tersebut. Angan-angan pria berjuluk Raja Midas ini bisa saja terjadi jika Persikabo bisa merebut semua poin di enam laga tersisa mereka. Apalagi dari kabar yang beredar, BLI bakal menambah kuota klub Divisi Utama yang akan dipromosikan untuk naik kasta ke ISL.
Namun, apakah impian tersebut dapat menjadi kenyataan? Hal tersebut yang selama ini masing sering dipertanyakan oleh Kabomania. Muhammad Yusuf Kiat misalnya. Kabomania asal Citereup ini mengatakakan agar angan-angan yang disampaikan General Manajer Persikabo tersebut bukanlah isapan jempol belaka. Menurutnya, naik kasta dari Divisi Utama menuju ISL bagi Persikabo dan Kabomania adalah harga mati. Bahkan, jika tahun ini Persikabo tak dapat mewujudkan target mereka untuk lolos ISL, Kabomania berniat untuk menggalang dana bagi Persikabo agar masyarakat Kabupaten Bogor bisa melihat tim kesayangan mereka tak hanya berkutat di kasta Divisi Utama saja.
"ISL bagi Persikabo adalah harga mati, untuk itu para pengurus Persikabo juga harus bisa mempertanggungjawabkan komitmen mereka untuk membawa Persikabo ke kasta ISL, jika mereka memang tidak mampu karena urusan financial, dari pihak Kabomania sendiri bakal bergerak, bahkan rencananya di tahun 2012 kita akan menggalang dana yang diperuntukkan bagi tim Persikabo," ungkap Yusuf, Koordinator Lapangan wilayah Citeureup kepada Pakar, kemarin.
Lebih lanjut, Ia menambahkan jika penggalangan dana tersebut benar-benar terealisasi, nantinya uang tersebut akan diserahkan kepada Persikabo, entah beli pemain berkualitas atau untuk yang lainnya. Karena menurutnya, yang terpenting mereka bisa melihat Persikabo bisa maju dan tidak jalan ditempat hanya di kasta Divisi Utama saja.

Senin, 21 Maret 2011

Hal-hal Menarik yang Dilakukan Pemain Persikabo di Jeda Pertandingan

SORE menjelang malam saat para pemain Persikabo keluar kamar untuk bersantap di Hotel Sulthan, Rabu (16/3), beraneka jenis makanan tersaji di depan mata.

Usai menjalani latihan pada pagi hari, Zaenal Arief cs beristirahat di kamar hotel. Mereka tidak keluar kamar lantaran ingin merebahkan tubuhnya dari keletihan. Para pemain berkumpul bersama hanya pada jam makan. Setelah itu, langsung kembali ke kamarnya masing- masing.

Namun, hal itu berubah 180 derajat saat akan memasuki waktu makan malam. Pemain yang paginya terlihat kelelahan kini mulai segar kembali. Mereka bercengkerama satu sama lain untuk menguatkan rasa kesatuan tim. Tak ada perbedaan antara pemain senior dengan junior. Semuanya duduk satu meja dalam kebersamaan.

Usai santap malam, pemain dibebaskan melakukan kegiatan apa saja. Arief yang baru saja mengobrol dengan rekan-rekannya, memutuskan untuk berkaraoke ria menggunakan fasilitas hiburan Hotel Sulthan. Dengan ramah, ia pun mengajak wartawan untuk ikut bergabung bersama dan beberapa pemain Persikabo yang lain.

“Ayo Kang, urang karaokean dangdut,” ajaknya.

Mantan pemain Persisam Putra Samarinda itu mengakui, bernyanyi merupakan salah satu cara untuk mengusir kejenuhan sebelum maupun setelah pertandingan.

Sementara itu, Sony Kurniawan merupakan pemain yang paling sering diejek Harry Salisburi. Alasannya, publik sepakbola Banda Aceh marah atas kepergiannya dari Persiraja.

Mantan bek sayap kiri PSIS Semarang itu mengejek Sony, sebab gara-gara dia, seluruh pemain terkena amukan penonton. Sony pun diminta memberikan ‘balas jasa’ kepada rekan-rekannya. “Lo enak. Gak ikut main, kita yang kena getahnya,” canda Harry.

Sony sendiri hanya bisa gelenggeleng kepala melihat ulah rekannya itu. Alhasil, ia pun mentraktir Bahtiar, Ilham Hasan, Dokter Tim Nurhakim Basuki serta wartawan peliput Persikabo saat menunggu kepulangan menuju Bogor.

“Semua biar saya yang bayar,” kata Sonny disambut gelak tawa yang lain.

"Akibat Tidak Kompak"

TERSENDAT nya prestasi tim sepakbola kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor Persikabo yang tampil dalam kancah Divisi Utama Ligina membuat prihatin masyarakat bola yang ada di Kabupaten Bogor dan sekitarnya. Saat ini peluang Persikabo menuju Superliga sangat berat sekali. Karena Persikabo masih bercokol dipapan tengah dan nilainya sangat jauh dari tim -tim yang menempati posisi tiga besar seperti Persiraja, PSAP dan Persipasi Bekasi.
Apa yang salah di Persikabo? Materi pemain saat ini mungkin yang terbaik di wilayah barat. Selain itu, finansial Persikabo juga sangat lumayan bagus walaupun sering menggunakan uang Mas'an Djajuli untuk penanggulangan gaji atau lain lain. Namun, situasi dalam tim Persikabo masih seperti ada bara yang siap meledak. Saya melihat semua lapisan yang ada di Kabupaten Bogor ini benar benar tidak kompak atau tidak satu suara untuk membawa Persikabo menju target Superliga.
Yang hanya menginginkan Persikabo tampil di Superliga mungkin hanya para pemain, pelatih, official , Kabomania dan RY selaku Bupat Bogor dan juga Ketua Umum Persikabo. Sementara elemen yang lain mungkin hanya berdoa Persikabo gagal menuju Superliga. Karena kalau Persikabo gagal menuju Superliga sudah barang tentu ini akan dijadikan senjata andalan bagi lawan Politik RY untuk meminta pertanggung jawabannya dari target yang telah dicanangkan menuju Superliga.
Kekompakan juga tampak terlihat dari para birokrat Pemkab Bogor, segelintir anggota DPRD Kabupaten Bogor, para pengusaha yang masih enggan memeberikan dukungan support kepada Persikabo saat main kandang ataupun tandang. Lain halnya yang terjadi dibeberapa daerah lain, ketika tim sepakbolanya ditargetkan menuju Superliga, maka semua elemen dari Gubernur, DPRD Propinsi, Bupati/ Walikota, DPRD nya, birokrat dan rakyat lainya sama sama mendukung penuh. Bahkan, dari tukang becak sampai tukang ikan teri di pasar rame rame membicarakan tim daerahnya yang akan bermain atau tengah berjuang menuju Superliga.
Kondisi ini sama sekali tidak terjadi di Kabupaten Bogor, para pengusaha masih sibuk membicarakan paket proyeknya, tak jarang ia keluh kesah karena hanya kebagian paket proyek yang sedikit. Sementara itu, para pengusaha yang dapat proyek politis atau lelang murni juga seolah-olah tidak mau tahu tentang Persikabo. Padahal, kalau mereka sadar sebagai rakyat Kabupaten Bogor ataupun dapat rizki dari Kabupaten Bogor apa salahnya mereka melirik atau berbagi dengan Persikabo.
Ingat, Persikabo bukan milik Rachmat Yasin seorang, saya berharap para pengusaha dan para birokrat yang dapat kedudukan empuk di era Rachmat Yasin ini harus bisa menunjukan rasa kedaerahaanya atau kepeduliannya kepada Persikabo. Karena memberikan perhatian kepada Persikabo sama saja memberikan perhatian kepada masyarakat bola di Kabupaten Bogor

LANJUTKAN PROTES

Perjuangan yang dilakukan oleh punggawa Persikabo pada saat mendatangi kandang Persiraja di Stadion H. Dhimurtala tidak bisa dikatakan mudah. Selama pertandingan, mereka dirongrong oleh penonton yang merasa kesal atas kekalahan perdana Persiraja pada saat dijamu Persikabo di putaran pertama lalu.
Manajemen dan pelatih bahkan sempat mencetuskan untuk mengundurkan diri dari pertandingan dan memberikan kemenangan gratis untuk Laskar Lantak Laju. Akan tetapi demi harga diri Kabupaten Bogor, tim akhirnya memutuskan untuk terus bermain dan menunjukkan bahwa Laskar Pajajaran bukanlah kumpulan orang pengecut.
“Sebenarnya sangat tertekan sejak awal. Kami sedikit khawatir dengan keselamatan masing-masing. Penonton sangat fanatic dan bersemangat sekali untuk menggempur Persikabo. Tapi akhirnya kami tetap bermain dengan segala resiko dan kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Kami mempertaruhkan harga diri Persikabo. Walaupun kalah, tapi kita kalah terhormat. Kita tidak menghindar dari pertempuran. Semua demi kecintaan kepada Kabupaten Bogor dan nama Kabomania yang memberi restu dari jauh,” ujar penghuni lini belakang yang asli dari Kabupaten Bogor, Saepulloh.
Sementara itu, Ilham Hasan yang juga diturunkan sebagai penyerang di pertandingan saat itu mengatakan, tantangan emosi lebih besar dibandingkan gempuran-gempuran Persiraja ke arah gawang. Suasana panas yang tercipta di lapangan, tidak menyurutkan semangatnya untuk menjebol jala lawan.
“Saya berusaha sekuat tenaga untuk fokus pada pertandingan. Godaan emosinya memang sangat besar. Faktor tuan rumah dan penonton sangat mendominasi. Tapi kami berusaha untuk konsentrasi pada permainan. Walaupun akhirnya kalah, mudah-mudahan saat di kandang nanti, kekalahan bisa terbayar,” pungkasnya
Sementara itu, Asep Sayyev, wartawan yang ikut dalam Tur Aceh belum lama ini mengatakan sebenarnya apa yang dilakukan supporter Persiraja Banda Aceh sudah diluar batas kewajaran manusia.
“Kalau memang mereka punya otak, mungkin mereka tidak akan melempari pemain Persikabo sepanjang permainan dengan benda benda keras seperti pecahan keramik yang sudah disiapkan, pecahan kaca dan batu batu kerkil. Mereka benar benar parah, masa tim Persikabo uji coba lapangan saja malah diganggu dengan mengacung ngacungkan parang kepada para pemain Persikabo. Anehnya Polisi diam saja dan tidak bisa berbuat apa apa. Ini benar benar sudah seperti direncanakan oleh semua pihak, Secara kualitas permainan mereka kalah. Bahkan, gol mereka juga bukan gol yang normal. Karena sebelum terjadi gol pemain mereka dengan sengaja menginjak pemain Persikabo. Anehnya tidak ada pluit pelanggaran. Saya setuju kalau manajemen Persikabo melanjutkan Protes “ ujar Sayyev dengan nada geram.

Kabomania Sesalkan Ulah Suporter Aceh

Teror yang dilakukan oleh Skull, sebutan untuk supporter Persiraja, sempat membuat panas Kabomania yang merasa tim kesayangannya, Persikabo diperlakukan dengan tidak sopan, bahkan mengancam nyawa dari seluruh pemain. Namun belakangan, setelah mengetahui penyebab amukan supporter Lantak Laju itu, Kabomania bisa meredam kemarahannya serta mengajak seluruh anggota yang ada di semua korwil se-Kabupaten Bogor untuk tidak tersulut emosi dan mengibarkan bendera perdamaian dengan Skull.
“Kami ingin klarifikasi, semua yang terjadi di Aceh sebenarnya adalah salah paham. Kami mengamuk karena provokasi media lokal yang mengabarkan berita salah. Sehingga kami akhirnya panas dan ingin balas dendam. Tapi setelah tahu apa yang sebenarnya terjadi, perwakilan dari Kabomania dan Skull bermediasi. Kami meluruskan semua sumber masalah dan memutuskan untuk berdamai. Kabomania dan Skull adalah saudara,” ujar Muhammad salah satu pengurus Persiraja lewat akun facebooknya.
Pasca kekerasan yang dilakukan oleh Skull terhadap Persikabo, Kabomania dan Skull memang melakukan kontak langsung melalui jejaring sosial internet itu. Kabomania di akun resminya Persikabo Bogor Lovers menemukan, sumber masalah itu adalah pemberitaan media lokal Aceh yang memutarbalikkan fakta yang terjadi pada saat Persikabo menjamu Persiraja.
“Saat bermain di Cibinong putaran pertama, Salim yang diludahi salah seorang pemain dari Persiraja. Tapi medianya malah memberitakan kalau Salim yang meludahi pemain mereka. Ditambah lagi itu adalah kekalahan perdana. Sontak mereka merasa dilecehkan, mereka tidak tahu fakta sebenarnya. Untung kita bisa berkomunikasi secara baik-baik. Kami tidak ingin semua berakhir ricuh dan ada tawuran lagi antar supporter. Berdamai sajalah, untuk kemajuan sepakbola Indonesia,” aku Retno dari kubu Kabomania.
Kabomania juga mengatakan tidak akan melakukan aksi balas dendam saat Persiraja melawat ke kandang Persitara. Bagi mereka, pertandingan home Persikabo di hari yang sama untuk menjamu PSAP Sigli, lebih penting daripada harus meneror Persiraja ke Jakarta Utara.

Jumat, 18 Maret 2011

Brutal

Hujan lemparan botol air kemasan, dan batu mewarnai sepanjang pertandingan Persikabo Kabupaten Bogor kontra Persiraja Aceh di Stadion H.Dimurthala, Lampineung, Kamis (17/3). Laskar Pajajaran akhirnya menyerah 0-2 dengan gol kontroversial. Laga Divisi Utama Liga Ti-Phone Indonesia itu berlangsung panas, dan pendukung Laskar Rencong sepertinya marah besar. Persikabo pun mencadangkan dua bomber andalannya, Zaenal Arief dan Jibby Wuwungan khawatir dicederai.
Sejak kedatangan tim ke stadion, bus dilempari batu, dan tomat busuk. Begitu pemain melakukan pemanasan disambut spanduk provokatif yang dibawa keliling lapangan oleh supporter bertulisan merah ‘Darah Dibalas Darah, Persikabo Dibunuh Saja’. Namun mental Persikabo tak ciut. Skuad asuhan Maman Suryaman bermain normal ofensif dan tak kalah agresif.
Sayang laga menarik ternoda dengan ulah provokatif legiun asing Persiraja, Cristian Bekatal yang memancing emosi penonton pada menit ke-10 dengan memukul bek Persikabo Eduard Valuta. Pemain asal Moldova ini hanya tersenyum dengan kelakuan Bekatal. Eduard tampil cemerlang menyapu serangan Persiraja dan cukup membuat tuan rumah terdiam. Hasilnya, pada babak pertama, Persikabo menahan imbang 0-0.
Memasuki babak kedua, lagi-lagi pemain Persiraja, Agus Mulyadi memukul Ilham Hasan pada menit ke-47. Ilham tak membalas karena diredam pelatih. Permainan Persikabo cukup fokus yang membuat frustasi Persiraja. Lini tengah yang dimainkan kapten Cucu Hidayat dan Dede Ariandi telah menyisir bola hingga tak mudah masuk ke lini pertahanan.
Rapatnya barisan Eduard Valuta, Saepulloh Maulana, A.Maulana dan Mu’min membuat Persiraja cari akal. Butuh waktu 63 menit anak-anak asuhan pelatih Herry Kiswanto itu membobol gawang Sukirmanto. Gol itu berawal dari pelanggaran pemain Persiraja hingga kiper asal Langsa itu terjatuh, namun secara cepat bola langsung ditendang Hendra Saputra hingga gol. Sukirmanto pun melancarkan protes, namun tak digubris wasit Ishak.
Tertinggal satu gol membuat permainan semakin menarik. Namun lagi-lagi Persiraja tak menunjukkan sikap tak sportif. Cucu Hidayat diinjak, meskipun sudah tak ada bola. Sengaja mencederai itu terkesan dibiarkan wasit hingga lututnya sobek dan tak bisa meneruskan laga yang digantikan Anton Samba. Pincang di lini tengah, Persiraja menggedor dan Fahrizal Dillah mencetak gol menit 72 hingga Persikabo tertinggal 0-2.
Memasuki menit 75, giliran kiper Sukirmanto yang ditandu ke luar lapangan. Dia tak bisa meneruskan pertandingan karena kakinya ditackling Bekatal hingga digantikan Diki Zulkarnaen. Cyril juga ditarik keluar digantikan pemain muda, Ridwan Awaludin. Pemain asal SSB Cibinong Putra ini sempat mengancam gawang Persiraja menit 84 dengan crossingnya dan tendangan jarak jauh Harri Salisburi menit 88 mengancam gawang lawan. Laga berakhir dengan kemenangan tuan rumah 2-0.

Pelatih Persikabo Dikeroyok

Aksi anarkis kembali mewarnai dunia sepakbola Indonesia dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Ligina saat Persiraja Banda Aceh melawan Persikabo Kabupaten Bogor di Stadion Dhimurtala, Banda Aceh (17/3) kemarin petang. Aksi anarkis yang dilakukan suporter Persiraja tersebut terjadi saat Maman Suryaman akan keluar dari area Stadion.
Saat keluar area Stadion , Maman yang didampingi polisi dan tentara tiba tiba diserang supporter Persiraja sampai babak belur. Sementara polisi dan tentara yang mengawalnya tidak bisa berbuat banyak, bahkan terkesan membiarkan aksi pemukulan tersebut. Aksi anarkis juga bukan hanya menimpa Maman Suryaman, karena beberapa pemain Persikabo seperti Zaenal Arif, Ridwan Awaludin juga mengalami pemukulan dari suporter tuan rumah.
Suporter Persiraja juga melakukan pelemparan kepada bus pemain Persikabo saat mau meluncur ke Hotel Sultan, hingga bus yang ditumpangi para pemain Persikabo mengalami kerusakan yang cukup parah. Disamping itu, beberapa pemain yang ada di dalam bus tersebut terkena pecahan kaca. Bahkan, Ilham Hasan mengalami kerusakan yang cukup parah dibagian lengan kananya.
Maman menambahkan, aksi brutal para penonton Persiraja hampir terjadi sepanjang babak kedua. Bahkan, para pemain Persikabo beberapa kali terkena lemparan batu, pecahan botol dan keramik. “ Saya baru kali ini melihat atmosfir penonton yang brutal. Ini benar benar gila dan parah banget. Ini sudah berada diluar Koridor Sepakbola,” geram Maman yang mengaku timnya melawan 14 orang dalam pertandingan tersebut.
Sementara itu, General Manajer Persikabo, Mas’an Djajuli yang tidak ikut ke Lapangan karena sudah tahu akan diancam dan memilih diam di Hotel mengatakan, sepakbola di Indonesia ini kapan mau tertib dan jauh dari aksi anarkis. “ Kita kalah saja masih diteror dan dikeroyok oleh suporter mereka. Apalagi kalau kita menahan imbang atau menang dari mereka. Mungkin akan lebih parah lagi kejadianya,” ujar Mas’an Djajuli dengan tegas.
Mas’an sendiri mengaku memilih diam di Hotel Sultan dengan Salim Alaydrus, karena ia sudah mendapatkan kabar akan diteror habis habisan oleh suporter Persiraja, Karena saat uji coba lapangan saja dua hari lalu, para suporter Persiraja mencari cari Salim Alaydrus yang dianggap mereka sebagai biang kekalahan tim Persiraja saat bertandang ke Cibinong beberapa waktu lalu.
Dalam pertandingan tersebut Persikabo harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skore 0-2. Dua gol Persiraja yang bersarang kegawang Persikabo yang dikawal Sukirmanto terjadi pada menit ke-63 melalui tendangan Hendra Syahputra dan menit ke-68 melalui Fahrizal Dillah.
“Kedua gol Persiraja itu tidak sah, karena selain off side, pemain depan Persiraja juga melakukan pelanggaran dan menginjak paha pemain belakang Persikabo,” ujar Atu Sumirat, pelatih kiper Persikabo.

Kabomania Kecam Brutalisme Suporter Persiraja

Kelakuan atau tindakan primitif yang dilakukan supporter Persiraja Banda Aceh yang melakukan pengeroyokan dan pemukulan kepada pelatih kepala Persikabo Maman Suryaman dan para pemain lain seperti Zanal Arif, Ridwan Awaludin dll menuai kecaman keras dari Kabomania yang terus memantau perkembangan Tour Persikabo dari Aceh melalui Harian Pakuan Raya. Bahkan, para supporter Kabomania akan meminta kepada Ketua Umum Persikabo, Drs. H. Rachmat Yasin untuk melakukan protes terkait insiden anarkis yang menimpa skuad Persikabo saat melakukan away ke kandang Persiraja Banda Aceh.
“Kami dari Kabomania mengutuk keras tindakan anarkis dan bar bar yang dilakukan supporter Persiraja. Padahal saat Persiraja melakuan pertandingan di Cibinong tidak ada kejadian apa apa yang menimpa para pemain ataupun pelatih mereka. Ini sudah keterlaluan. PSSI dan BLI jangan diam saja menyikapi insiden ini. Ini Negara hokum, karena kejadian itu sudah mengarah kepada tindakan Kriminal. PSSI dan BLI harus memberikan sanksi kepada Persiraja. Apalagi saya dengar sepanjang babak kedua pemain Persikabo dilempari batu, pecahan botol dan keramik,” ujar Arif, pentolan Kabomania yang turut mengutuk aksi anarkis para supporter Persiraja Banda Aceh.
Hal yang sama dikatakan, Ketua Umum Kabomania, Dicky Dompas yang mengaku kecewa berat dengan aksi anarkis supporter Persiraja Banda Aceh kepada para pemain dan pelatih Persikabo. Anehnya lagi, kata Dicky, kenapa pihak keamanan dan polisi tidak melakukan tindakan ketika para pemain Persikabo menjadi korban pelemparan yang dilakukan Suporter Persiraja.
“ Saya berharap PSSI dan BLI mau mendengar dan melihat laporan dari petugas wasitnya. Namun, PSSI dan BLI juga harus bisa melakukan tindakan tegas. Bila perlu pengurangan poin Persiraja Banda Aceh. Jujur kami merasa kecewa dengan sikap PSSI dan BLI yang kerap merugikan Persikabo,” imbuh Dicky Dompas.
Sementara itu, Herzon Hezkia salah seorang pengamat sepakbola di Bogor mengatakan, brutalisme dan anarkisme dalam sepakbola di Indonesia harus segera dijauhi. Karena anarkisme saat ini sudah mengarah kepada tindakan melawan hukum. “ Saya dapat laporan kalau pemain dan pelatih Persikabo menjadi korban pemukulan para supporter Persiraja. Saya harap PSSI dan BLI ulah cicing wae menyikapi masalah ini. Karena ini sudah masuk ke wilayah criminal,” beber Herzon dengan tegas.

Korban Anarkis

Turun dengan formasi 3-5-2, Persikabo Kabupaten Bogor kembali harus menerima kekecewaan, kalah 0-2 dari Persiraja Banda Aceh. Kedua gol Persiraja masing-masing diciptakanHendra Saputra pada menit ke-63 dan Fahrizal Dillah di menit 71. Dalam pertandingan yang berlangsung di stadion H. Dimurthala ini berjalan dengan tensi tinggi. Aroma panas sudah terasa sebelum laga dimulai. Sekelompok supporter Persiraja yang turun ke dalam dan berjalan mengelilingi lapangan sembari memajangkan spanduk provokatif bertuliskan “Darah dibalas darah, Persikabo Dibunuh Saja”.
Dan memang benar, hal tersebut bukan sekadar ancaman belaka. Pasalnya sepanjang jalannya pertandingan supporter tuan rumah tak henti-hentinya melempari para pemain Persikabo dengan berbagai benda seperti batu, pecahan kramik dan botol air mineral dan disertai hinaan bernada kasar.
Aksi tak sportif ditujukan punggawa Persiraja dengan mencoba memprovokasi para pemain Persikabo. Hal itu telihat dikartu kuningnya Eduard Valusta yang dianggap mengkasari Christian Bekatal pada menit 11. Pelatih Persikabo Maman Suryaman meminta anak asuhnya untuk tidak terpancing emosi dan tetap fokus pada pertandingan.
Di babak kedua, Persiraja yang harus memenangi pertandingan lantaran langkah PSAP Sigli yang berbeda dua point terganjal oleh Persitara langsung mencoba membuka serangan. Beberapa kali pergerakan Andria yang diplot sebagai wing back kiri mampu merepotkan Mu’min.
Naas bagi Persikabo, gelandang andalannya Cucu Hidayat harus keluar lapangan karena injakan pemain Persiraja di menit ke-62. Cucu sendiri tak mampu meneruskan pertandingan dan digantikan dengan Anton Samba. Wasit sendiri yang melihat kejadian tersebut tidak menghadiahi kartu bagi Andria.
Kehilangan Cucu, permaian Persikabo sedikit kendor. Kondisi ini dimanfaatkan pemain tuan rumah dengan menyisir bagian kiri pertahanan Persikabo yang di jaga Harry Salisburi pada menit ke-63, Agus Mulyadi berhasil menceploskan si kulit bundar yang tak mampu diantisipasi dengan baik oleh Sukirmanto yang pergerakannya dihalangai Betakal.
Gol itu sempat diprotes kubu Laskar padjajaran yang menilai Sukirmanto telah dilanggar terlebih dahulu. Tapi wasit berkata lain dan tetap mensahkan gol tersebut. Gol kedua Persiraja kembali lahir berkat tendangan dari kaki Fahrizal di menit ke-68 setelah mengelabui penjagaan pemain belakang Persikabo.

Semua Pemain Kena Hajar Penonton

Kelakuan suporter Persiraja Banda Aceh memang sudah tidak dapat ditolerir dengan akal sehat. Pasalnya, mereka dengan sengaja melempari ofisial dan pemian Persikabo Kabupaten Bogor saat bertandang ke Stadion H. Dimuthala dengan berbagai benda termasuk batu dan pecahan kramik. Teror yang dilancarkan supporter Persiraja sudah terlihat sejak awak Persikabo memasuki halaman stadion. Berbagai lemparan seperti sudah dikomando dan direncanakan, mereka langsung menimpuki bus yang membawa Laskar Padjajaran.
Namun ternyata aksi tersebut hanyalah sebuah permulaan saja. Puncaknya terjadi pada akhir pertandingan. “Kelakuan mereka seperti barbar saja yang terus menerus diteror,” papar Hari Saliburi yang dalam pertandingan terus menerus di lempari oleh penonton.
Hari juga geram dengan kelakuan para supporter yang menamakan dirinya dengan sebutan SKULL (Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju) yang mengurung ia dan teman-teman hingga 30 menit di dalam Stadion.
Bahkan, meski dikawal ketat pihak kepolisian, Hari dan beberapa pemain Persikabo juga sempat menerima bogem mentah dari para pendukung Persiraja yang memang sudah menunggu tepat didepan pintu masuk utama Stadion tanpa adanya reaksi apapun dari pihak keamanan.
“Polisi banyak tapi tetap saja. Mereka seperti membiarkan kami dipukuli,” kesalnya.
Beberapa pemain seperti Bachtiar, Zaenal Arif, Mu’min dan seluruh ofisial Persikabo juga hampir menjadi samsak amuk pendukung Persiraja. Meski mereka berhasil masuk bus, tetap saja sebagian besar para pemain mengaku terkena pukulan supporter.
Saat pemain Persikabo telah berada di dalam bus, teror masih saja terus dilakukan para pendukung Persiraja dengan melempari kaca dengan batu dan botol air kemasan. Puncaknya, sebuah batu berukuran besar berhasil mengoyak kaca tengah bus bagian kiri yang diisi penyerang mungil, Ilham Hasan.
“Untung saja kena tangan. Coba kalau kena kepala , bukan bocor lagi tapi tamat sudah,” katanya sambil menahan nyeri pada bagian siku lengan kanannya.
Sementara itu, Mu’min sempat menunjukan dan mengumpulkan benda-benda yang dilayangkan supporter Persiraja sebagai bukti. “Untuk di apload di facebook,” candanya seraya menahan amarah.

Siap Penuhi Target

Pemain gaek Persikabo, Sairan yang kini sudah berganti tahta menjadi Pelatih Suratin U-18 Persikabo, sudah menyiapkan program yang akan dijalankannya untuk menggembleng 35 orang pemain hasil seleksi minggu ini. Mantan winger yang identik dengan nomor punggung tujuh itu mengatakan, meskipun ia masih baru menjabat sebagai pelatih, itu tak menjadi beban baginya. Ia bahkan siap untuk memenuhi target yang ditetapkan oleh manajemen.
“Saya sudah menyiapkan program pelatihan. Melihat kemampuan anak-anak saat ini, saya akan lebih focus pada peningkatan kualitas fisik mereka. Karena itu akan sangat mempengaruhi hasil akhir nanti. Saat ini juga masih ada proses evaluasi. Mereka akan kembali dieliminasi dan menyusut menjadi 25 pemain saja yang memperkuat Laskar Pajajaran Junior itu. Paling lambat akhir bulan ini skuad inti harus sudah terbentuk. Teknik tetap akan diselipkan dalam pelatihan nanti. Tapi porsinya lebih sedikit,” jelasnya kepada Pakar.
Ketidakjelasan waktu penyelenggaraan pertandingan Suratin kali ini, juga sedikit mempersulit program latihan yang Iagendakan oleh Sairan. “Jadwalnya masih belum jelas. Tidak tau akhir Mei atau awal Juni, belum ada jadwal resmi. Tapi untuk saat ini, saya menggunakan deadline tercepat saja dulu. Anggap saja akhir Mei, jadi lebih mudah menyesuaikannya kalau ternyata awal Juni. Saya melihat kualitas anak-anak sebenarnya sudah lumayan baik. Butuh latihan untuk menyatukan saja,” imbuhnya.
Sairan bukan kali ini saja melatih tim. Pada saat kegiatan Piala Emas Rachmat Yasin (PERY) ia juga melatih kecamatan Gunung Putri.

Kamis, 17 Maret 2011

BAWA SENJATA TAJAM KE LAPANGAN

Sesi uji coba lapangan yang dilakukan awak Persikabo jelang laga kontra Persiraja yang akan di gelar di Stadion H. Dimoerthala, Banda Aceh, Kamis (17/4) di warnai ancaman supporter tuan rumah. Tak tangung-tangung, ancaman yang dilancarkan oknum tak bertanggung jawab tersebut bukan hanya sekedar petasan dan olok-olok ataupun makian saja tapi juga sebuah parang yang jelas-jelas diacungkan sebagai sebuah psywar untuk menjatuhkan mental pemain Persikabo.
Tak pelak, hal tersebut sempat membuat beberapa pemain tersulut emosi. Salim Alaydrus sempat adu cekcok dengan supporter begitu juga dengan kiper Sukirmanto yang memang notabene akrab dengan suasana Aceh. Bahkan gelandang pekerja, Anton Samba pun sempat akan mengejar penonton yang terus menerus mengejeknya. Untungnya aksi Anton tersebut bisa ditahan rekan-rekannya yang lain.
Sayangnya tidak ada satu pun ofisial Persiraja yang mengetahui hal tersebut. Karena hal itu terjadi setelah tim Persiraja meninggalkan stadion setelah melakukan uji coba yang disertai latihan terakhir menjelang pertandingan.
Menurut winger Persikabo, Sony Kurniawan yang juga pernah membela Persiraja, hal tersebut memang bukan sesuatu yang aneh. "Dulu saja saya pernah main disini dan ditimpuki dengan batok kelapa oleh penonton," sebutnya.
Akibat dari tekanan tersebut, ofisial dan manajer Persikabo sempat berencana mundur karena khawatir dengan keselamatan para pemainnya. Namun setelah berdiskusi dengan jajaran pengurus via telepon dan Djoko Driyono, Direktur Utama Badan Liga Indonesia, niat tersebut urung dilaksanakan. "Kami akan tetap bertanding besok," ujar manajer Persikabo, Mas'an Djajuli.
Mas'an juga menegaskan pihaknya juga telah member tahu pressure yang dilakukan para supporter Persiraja tersebut kepada PSSI. "Bahkan saya juga sempat menerima bocoran jika pihak Persiraja telah menyiapkan sejumlah uang denda jika supporter mereka melakukan tindakan anarkis pada pertandingan besok," sebutnya.
Sebetulnya situasi ini memang telah diperkirakan sebelumnya lantaran ancaman yang pernah dilontarkan para pemain Persiraja yang tak puas dengan kekalahan yang mereka di terima ketika bermain di Stadion Cibinong, Bogor (17/1) lalu. Saat itu, laga yang dimenangkan Persikabo dengan skor tipis 4-3 itu berjalan panas.
Puncaknya, Salim Alaydrus sempat memukul pemain Persiraja yang meludahi wasit. Pertandingan pun sempat terhenti beberapa saat. "Lihat saja, akan kami balas nanti di Aceh," ujar salah satu pemain Persiraja saat itu.
Sementara itu, pelatih Maman Suryaman mengatakan akan melihat kondisi para pemainya terlebih dahulu hingga Kamis (17/4) pagi sebelum menentukan siapa saja yang akan diturunkan pada pertandingan nanti.
"Saya akn tetap melihat kesiapan pemain terlebih dahulu karena bagaimanapun kita harus bisa mencuri poin disini untuk tetap memelihara peluang lolos ke Indonesian Super League(ISL) tahun depan," jelasnya.
Menurut hitung-hitungan, jika Persikabo bisa meraih tiga poin pada pertandingan nanti dan menyapu bersih semua partai kandang ditambah dengan satu partai away lagi VS PS Bengkulu, kemungkinan poin yang diraih Persikabo mencapai kuota 40 dan menepati posisi tiga besar.
"Tapi semua itu tergantung dengan empat tim yang sekarang berada di atas kita, yakni PSMS, Persipasi, Persita dan Persih Tembilahan," ujar Pelatih Persikabo Maman Suryaman.

Provokasi Suporter Persiraja Keterlaluan

Guna mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan menimpa seluruh tim, ofisial Persikabo Bogor akan mengungsikan gelandang sayap mereka, Salim Alaydrus ke tempat yang tidak terendus oleh supporter Persiraja.
Hal ini dilakukan lantaran Salim merupakan salah satu target sasaran kemarahan penduduk Laskar Rencong karena dinilai telah berhasil memprovokasi para pemain Persiraja saat bermain di Stadion Cibinong (17/1) silam.
"Saya, Salim dan juga Sony akan pindah hotel untuk menjaga-jaga hal yang tidak diinginkan. Karena Salim menjadi sasaran supporter Persiraja, sedangkan Sony merupakan salah satu punggawa Persiraja pada putaran pertama lalu," kata Manajer Persikabo, Mas'an Djajuli.
Keputusan ini diambil Mas'an setelah mendengar laporan dari ofisial tim yang menyebutkan Salim terus-terusan di terror saat Persikabo melakukan sesi uji lapangan pada Rabu (16/4) pagi. "Semua olokan mereka tertuju pada Salim. Bahkan ada beberapa orang yang memang sengaja mencari Salim dan mengeluarkan kata-kata kotor untuk memancing emosinya," tukas Atu Sumirat, Pelatih Kiper Persikabo.
Atu menilai tindakan yang dilakukan supporter Persiraja sudah diluar ambang batas kewajaran. "Mereka bukan hanya mengolok tapi juga merebut semua perlengkapan kami termasuk mencuri air minum yang disobeknya dengan parang yang mereka bawa," tukasnya.
Salim sendiri mengatakan baru merasakan terror yang dilancarkan supoter tim tuan rumah. "Baru kali ini saya menerima perlakuan seperti itu. Ini sudah di luar batas," ujarnya geram. Senada dengan Salim dan Anton Samba, yang sedikit terpancing emosinya mengatakan tindakan puluhan supporter tersebut sudah tidak bisa ditolerir.
Sementara itu, Pelatih Maman Suryaman mengaku telah menekankan kepada pemainnya untuk tetap menjaga emosi. "Saya sudah bilang sama anak-anak untuk tetap satu grup dan tidak terpancing emosi dengan intimidasi mereka," tukasnya.