Selasa, 08 Februari 2011
LPI BELUM BERSIH
Tontonan Liga Premier Indonesia (LPI) yang dijanjikan akan menyajikan pertandingan yang adil dan bersih, ternyata belum bisa dipercaya. Lembaga yang di awal berdirinya menjanjikan untuk mengimpor wasit dari luar negeri demi “kebersihan” hasil pertandingan, ternyata belum terbukti hingga saat ini. Pertandingan yang dijalani oleh Bogor Raya FC kontra Persibo Bojonegoro di Stadion Persikabo Cibinong, Senin (7/2) kemarin, masih diwarnai dengan keberpihakan wasit. Poniran, sang wasit asal Malang tersebut kepemimpinannya dinilai berat sebelah dan memihak pada kubu tamu, Angling Dharma.
“Wasit katanya akan diambil langsung dari luar negeri supaya permainan fair. Tapi buktinya permainan jadi tidak karuan begini. Kepemimpinan wasit sangat merugikan tim Bogor Raya. Contohnya tadi, saat pemain Bogor Raya ditekel di kotak pinalti dan jatuh karena cedera. Wasit tidak menjatuhkan sanksi apa-apa. Padahal seharusnya itu harus berbuah tendangan pinalti untuk BRFC. Belum lagi keputusan-keputusan off side yang tidak wajar. Mana fair play yang digembar-gemborkan oleh LPI sebelumnya?,” ucap Retno, salah satu penonton yang merasa geram dengan kepemimpinan wasit. Sementara itu, Kepala Pelatih BRFC, John Arwandi mengatakan ia tidak mau berkomentar tentang kepemimpinan wasit, walaupun terlihat sedikit kesal ketika ditanyai tentang kepemimpinan wasit.
“Saya selalu menekankan kepada semua pemain untuk bisa bermain dan menerima keputusan wasit. Tadi juga terbukti mereka sangat bagus mengontrol emosi dan tidak terjadi banyak protes terhadap wasit. Wasit memang bukan Tuhan, tapi dalam permainan dia menjadi penentu. Saya tidak memiliki kapasitas untuk memberi komentar tentang kepemimpinan wasit,” ujarnya di konferensi pers usai pertandingan. Sementara itu, M. Ridwan pengamat sepakbola yang juga Ketua Harian Persikabo mengatakan, pertandingan Bogor Raya FC vs Persibo Bojonegoro terkesan monoton dan kurang gereget. Bahkan, ia menilai permainan Laskar Kujang masih bagus ketika melawan Semarang United.
“Seharusnya Laskar Kujang bisa memenangkan pertandingan saat bentrok dengan anak anak asuhan Sartono Anwar. Tapi, saya melihat para pemain Laskar Kujang kurang tenang dalam penyelesaian akhir. Tentunya hal ini akan menjadi PR bagi manajemen dan jajaran pelatih Bogor Raya FC,” imbuh Ridwan dengan tegas.
Senin, 07 Februari 2011
“Surat Untuk Rachmat Yasin”
PERJALANAN skuad Persikabo pada musim kompetisi Divisi Utama Ligina tahun ini tampak tertatih tatih dan banyak menyimpan persoalan persoalan yang bisa menjadi ganjalan untuk langkah tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor ini menuju tahta promosi ke Superliga. Boleh dikatakan, musim ini menjadi musim ”Sejarah” bagi Persikabo Kabupaten Bogor. Sejak awal pembentukan tim Persikabo untuk musim ini, Laskar Pajajaran julukan dari Persikabo diminati sekitar 12 calon pelatih dari luar Bogor. Dua belas pelatih itu harus mengikuti berbagai tahapan seleksi dan presentasi sebelum Ketua Umum Persikabo, Drs. H. Rachmat Yasin, MM menunjuk Meiyadi Rakasiwi sebagai pelatih yang lolos dari serangkaian seleksi.
Selain itu, mantan pelatih Persikad Depok itu menyanggupi komitmen atau klausul 3 harus 4, karena kalau tidak dapat 4 poin, maka Meiyadi harus lengser dari kursi Head Coach Persikabo. Awal awal kehadiran Meiyadi Rakasiwi memang banyak yang meragukan secara kualitasnya. Apalagi, ia baru menangani satu klub Divisi Utama yakni Persikad Depok yang saat ini berada di Divisi I Ligina. Alhasil serangkaian uji coba yang dilakukan Persikabo selama ditangani Meiyadi Rakasiwi berakhir dengan hasil minor. Hal ini mulai membuat rasa tidak percaya Pendopo kepada mantan pemain PSMS Medan itu. Namun, RY masih memberikan kesempatan Meiyadi untuk mengawali kompetisi bersama Persikabo. Lagi lagi dewi fortuna kurang memayungi MR-25. Persikabo mengalami 3 kali kalah secara beruntun saat melakoni partai Away. Hingga vonis dari Ketua Umum Persikabo pun keluar dan Meiyadi harus lengser dari kursi pelatih Persikabo.
Kini Persikabo ditangani Maman Suryaman, yang juga belum menunjukan grafik yang bagus saat melakoni partai away. Bahkan, Maman juga harus melakukan adaptasi dengan para pemain yang diboyong pelatih terdahulu. Hingga Maman kerap kesulitan saat akan melakukan penentuan pemain mana yang akan diturunkan. Apalagi, beberapa pemain Persikabo terkesan sudah setengah hati untuk berbaju Persikabo.
Kondisi ini jelas menjadi PR buat Maman, manajemen dan juga RY selaku orang nomor satu di Persikabo. Tak heran, belum lama ini muncul wacana akan adanya pemain-pemain baru yang akan bergabun g dengan Persikabo pada putaran kedua nanti? Apakah pemain baru ini akan menjadi solusi bagi kemajuan prestasi Persikabo, jika para pemain yang ada saja sudah setengah hati dan terkesan sudah tidak loyal kepada Persikabo.
Buktinya, pada saat para pemain yang masuk Line Up sedang berada di Stadion Persikabo untuk berjibaku dalam memenangkan pertandingan, ternyata ada beberapa pemain yang sama sekali tidak mau menyaksikan para pemain lainnya yang sedang bertanding. Mereka lebih asyik diam di Mess sambil bermain Play Station.
Kondisi ini jelas sangat tidak bagus dan menunjukan tidak adanya kebersamaan hati para pemain untuk sama sama memberikan yang terbaik bagi Persikabo. Para pemain yang tidak masuk Line Up malah asyik main Play Station tersebut menandakan ia sudah tidak punya hati lagi untuk mendukung Persikabo, apalagi untuk memberikan yang terbaik.
Para pemain Persikabo harusnya sadar diri, sadar profesinya sebagai pemain bola yang dikontrak dan digaji oleh pengurus Persikabo. Untuk itu, para pemain harus mampu menujukan sikap loyal kepada tim yang dibelanya. loyal kepada tim yang menggajinya dan loyal kepada para pengurus yang telah memberikan lapangan pekerjaannya. Para pemain juga harus mampu menjaga etika santun kepada sesama pemain, manajemen dan juga pengurus. Makanya, tak ada salahnya ketika para pemain yang lain sedang berkeringat di lapangan untuk mencari poin penting, maka para pemain yang tidak main juga harus bisa memberikan moril dan dorongan semangat kepada para pemain yang sedang bertanding.
Saya berharap persoalan persoalan ini jangan dianggap sepele oleh Ketua Umum Persikabo. Pasalnya, kalau tidak disikapi dari sekarang, jangan harap Persikabo akan berada dalam situasi kondusif. Padahal, situasi yang kondusif adalah modal penting untuk mewujudkan target prestisius.
”Birokrat Mulai Menghilang”
Selain itu, saya meminta kepada RY untuk mengingatkan kepada jajaran Birokrat, Camat, Kades ataupun karyawan Pemkab Bogor untuk memberikan dukungan kepada Persikabo, jika Persikabo sedang bertanding di Cibinong. Karena saya hanya melihat para birokrat yang aktif datang menyaksikan pertandingan Persikabo semakin menyusut saja.
Apakah birokrat ketakutan diminta bonus. Beberapa birokrat yang masih sering kelihatan di Stadion Persikabo diantaranya, H. Didi Kurnia, M.Ridwan Ardiwinata, Sigit, Yadi Mulyadi, Bibin Subianto, Adam Dishub, Rustandi, Dadang Irfan, Adang Suptandar. Apakah para birokrat yang lain sudah tidak loyal lagi ke RY selaku Bupati Bogor ? Apakah RY sendiri tidak memberikan masukan kepada para birokrat, pengusaha dan para kades untuk ikut guyub mendukung Persikabo?
Loyalitas dan kepedulian para birokrat di Kabupaten Bogor ini kalah dari ABG –ABG bahkan anak anak kecil yang datang dari penjuru Kabupaten Bogor yang selama ini masih setia dan memadati Stadion Persikabo. Mereka tak pernah kepanasan, mereka tak pernah kedinginan dan mereka rela berjalan kaki jauh-jauh ketika uang mereka habis. Sementara para birokrat yang punya fasilitas dan ekonomi lebih bagus, ternyata masih banyak yang tidak mau mendukung aset olahraga yang berharga bagi Kabupaten Bogor yakni Persikabo.
Fenomena mulai ”Ngaleungit” para birokrat dalam beberapa kegiatan olahraga di Kabupaten Bogor terutama sepakbola perlu menjadi catatan khusus Ketua Umum Persikabo yang juga tercatat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bogor ini
Selain itu, mantan pelatih Persikad Depok itu menyanggupi komitmen atau klausul 3 harus 4, karena kalau tidak dapat 4 poin, maka Meiyadi harus lengser dari kursi Head Coach Persikabo. Awal awal kehadiran Meiyadi Rakasiwi memang banyak yang meragukan secara kualitasnya. Apalagi, ia baru menangani satu klub Divisi Utama yakni Persikad Depok yang saat ini berada di Divisi I Ligina. Alhasil serangkaian uji coba yang dilakukan Persikabo selama ditangani Meiyadi Rakasiwi berakhir dengan hasil minor. Hal ini mulai membuat rasa tidak percaya Pendopo kepada mantan pemain PSMS Medan itu. Namun, RY masih memberikan kesempatan Meiyadi untuk mengawali kompetisi bersama Persikabo. Lagi lagi dewi fortuna kurang memayungi MR-25. Persikabo mengalami 3 kali kalah secara beruntun saat melakoni partai Away. Hingga vonis dari Ketua Umum Persikabo pun keluar dan Meiyadi harus lengser dari kursi pelatih Persikabo.
Kini Persikabo ditangani Maman Suryaman, yang juga belum menunjukan grafik yang bagus saat melakoni partai away. Bahkan, Maman juga harus melakukan adaptasi dengan para pemain yang diboyong pelatih terdahulu. Hingga Maman kerap kesulitan saat akan melakukan penentuan pemain mana yang akan diturunkan. Apalagi, beberapa pemain Persikabo terkesan sudah setengah hati untuk berbaju Persikabo.
Kondisi ini jelas menjadi PR buat Maman, manajemen dan juga RY selaku orang nomor satu di Persikabo. Tak heran, belum lama ini muncul wacana akan adanya pemain-pemain baru yang akan bergabun g dengan Persikabo pada putaran kedua nanti? Apakah pemain baru ini akan menjadi solusi bagi kemajuan prestasi Persikabo, jika para pemain yang ada saja sudah setengah hati dan terkesan sudah tidak loyal kepada Persikabo.
Buktinya, pada saat para pemain yang masuk Line Up sedang berada di Stadion Persikabo untuk berjibaku dalam memenangkan pertandingan, ternyata ada beberapa pemain yang sama sekali tidak mau menyaksikan para pemain lainnya yang sedang bertanding. Mereka lebih asyik diam di Mess sambil bermain Play Station.
Kondisi ini jelas sangat tidak bagus dan menunjukan tidak adanya kebersamaan hati para pemain untuk sama sama memberikan yang terbaik bagi Persikabo. Para pemain yang tidak masuk Line Up malah asyik main Play Station tersebut menandakan ia sudah tidak punya hati lagi untuk mendukung Persikabo, apalagi untuk memberikan yang terbaik.
Para pemain Persikabo harusnya sadar diri, sadar profesinya sebagai pemain bola yang dikontrak dan digaji oleh pengurus Persikabo. Untuk itu, para pemain harus mampu menujukan sikap loyal kepada tim yang dibelanya. loyal kepada tim yang menggajinya dan loyal kepada para pengurus yang telah memberikan lapangan pekerjaannya. Para pemain juga harus mampu menjaga etika santun kepada sesama pemain, manajemen dan juga pengurus. Makanya, tak ada salahnya ketika para pemain yang lain sedang berkeringat di lapangan untuk mencari poin penting, maka para pemain yang tidak main juga harus bisa memberikan moril dan dorongan semangat kepada para pemain yang sedang bertanding.
Saya berharap persoalan persoalan ini jangan dianggap sepele oleh Ketua Umum Persikabo. Pasalnya, kalau tidak disikapi dari sekarang, jangan harap Persikabo akan berada dalam situasi kondusif. Padahal, situasi yang kondusif adalah modal penting untuk mewujudkan target prestisius.
”Birokrat Mulai Menghilang”
Selain itu, saya meminta kepada RY untuk mengingatkan kepada jajaran Birokrat, Camat, Kades ataupun karyawan Pemkab Bogor untuk memberikan dukungan kepada Persikabo, jika Persikabo sedang bertanding di Cibinong. Karena saya hanya melihat para birokrat yang aktif datang menyaksikan pertandingan Persikabo semakin menyusut saja.
Apakah birokrat ketakutan diminta bonus. Beberapa birokrat yang masih sering kelihatan di Stadion Persikabo diantaranya, H. Didi Kurnia, M.Ridwan Ardiwinata, Sigit, Yadi Mulyadi, Bibin Subianto, Adam Dishub, Rustandi, Dadang Irfan, Adang Suptandar. Apakah para birokrat yang lain sudah tidak loyal lagi ke RY selaku Bupati Bogor ? Apakah RY sendiri tidak memberikan masukan kepada para birokrat, pengusaha dan para kades untuk ikut guyub mendukung Persikabo?
Loyalitas dan kepedulian para birokrat di Kabupaten Bogor ini kalah dari ABG –ABG bahkan anak anak kecil yang datang dari penjuru Kabupaten Bogor yang selama ini masih setia dan memadati Stadion Persikabo. Mereka tak pernah kepanasan, mereka tak pernah kedinginan dan mereka rela berjalan kaki jauh-jauh ketika uang mereka habis. Sementara para birokrat yang punya fasilitas dan ekonomi lebih bagus, ternyata masih banyak yang tidak mau mendukung aset olahraga yang berharga bagi Kabupaten Bogor yakni Persikabo.
Fenomena mulai ”Ngaleungit” para birokrat dalam beberapa kegiatan olahraga di Kabupaten Bogor terutama sepakbola perlu menjadi catatan khusus Ketua Umum Persikabo yang juga tercatat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bogor ini
Persikabo Rekrut Eduard Valusta
Kurang bertajinya tembok asing di Persikabo Kabupaten Bogor mulai membuat gerah insan sepakbola di Kabupaten Bogor dan juga Ketua Umum Persikabo, Drs. H. Rachmat Yasin, MM yang tidak puas melihat penampilan Nanmi Hughes (Stoper) dan JP Boumsong (Striker). Bahkan, Nanmi Hughes dalam beberapa kali penampilan bersama Persikabo kerap mudah dilalui para pemain depan lawan. Tak ayal. Kondisi ini membuat manajemen dan pengurus Persikabo mulai berburu pemain asing untuk mengganti Nanmi Hughes dan JP Boumsong. Tersiar kabar, manajemen dan pengurus Persikabo telah melakukan kontak dengan stoper Timnas Moldova yang bermain di Klub Olympia (Superliga Moldova) yakni Eduard Valusta (29) tahun. Postur kekar dan tercatat sebagai pemain inti Timnas Moldova setidaknya akan menjadi garansi poitif bagi manajemen dan pengurus Persikabo untuk memboyong Eduard Vausta untuk berseragam Persikabo pada putaran kedua nanti. "Saya tetap punya komitmen, semua pemain asing yang akan bergabung di Persikabo harus melalui tahapan seleksi kesehatan, fisik dan juga seleksi lain lainnya. Kita tidak boleh ceroboh dalam merekrut pemain asing. Saya tidak ingin manajemen ataupun pengurus Persikabo selalu gagal dalam perburuan pemain asing. Biarkan semua pemain asing yang akan masuk pada putaran kedua nanti harus ikut seleksi dulu. Saya tidak akan pernah mengistimewakan pemain asing. Karena semua pemain asing ataupun lokal yang ada di Persikabo harus bisa memberikan konstribusi yang bagus buat tim ini," ujar Maman Suryaman, pelatih kepala Persikabo kepada Pakar tadi malam.
Maman menambahkan, kalau Eduard Valusta namanya sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, ia juga sering melihat penampilan Valusta bersama Timnas Moldova. Disamping itu, Valusta juga sempat main ketika Moldova berhadapan dengan Belanda beberapa waktu lalu.
"Sampai saat ini saya tidak tahu persis soal kebijakan manajemen dan pengurus mengenai rencana rekrutmen pemain baru untuk putaran kedua. Saya berharap, kalau memang manajemen dan pengurus Persikabo akan melakukan evaluasi dan pergantian pemain untuk putaran kedua nanti, semua yang menyangkut hak dan kontrak pemain harus segera dibereskan. Saya tidak ingin, ketika jajaran pelatih sedang melakukan seleksi pemain baru, namun hak hak para pemain lama yang akan dilepas ternyata belum dibereskan," imbuh Maman dengan tegas.
Sementara itu, Ketua Harian Persikabo, Drs. M, Ridwan mengatakan, Persikabo wajib melakukan seleksi kepada para pemain sebelum memasuki putaran kedua. "Jeda libur kompetisi ini harus benar benar dimanfaatkan dengan baik oleh manajemen Persikabo dan jajaran pelatih dalam melakukan rekrutmen pemain baru. Jangan sampai Persikabo selalu terjebak dalam istilah membeli kucing dalam karung. Saya sangat mendukung kalau memang manajemen dan ketua umum merekrut Eduard Valusta," kilah Ridwan dengan tegas
Maman menambahkan, kalau Eduard Valusta namanya sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, ia juga sering melihat penampilan Valusta bersama Timnas Moldova. Disamping itu, Valusta juga sempat main ketika Moldova berhadapan dengan Belanda beberapa waktu lalu.
"Sampai saat ini saya tidak tahu persis soal kebijakan manajemen dan pengurus mengenai rencana rekrutmen pemain baru untuk putaran kedua. Saya berharap, kalau memang manajemen dan pengurus Persikabo akan melakukan evaluasi dan pergantian pemain untuk putaran kedua nanti, semua yang menyangkut hak dan kontrak pemain harus segera dibereskan. Saya tidak ingin, ketika jajaran pelatih sedang melakukan seleksi pemain baru, namun hak hak para pemain lama yang akan dilepas ternyata belum dibereskan," imbuh Maman dengan tegas.
Sementara itu, Ketua Harian Persikabo, Drs. M, Ridwan mengatakan, Persikabo wajib melakukan seleksi kepada para pemain sebelum memasuki putaran kedua. "Jeda libur kompetisi ini harus benar benar dimanfaatkan dengan baik oleh manajemen Persikabo dan jajaran pelatih dalam melakukan rekrutmen pemain baru. Jangan sampai Persikabo selalu terjebak dalam istilah membeli kucing dalam karung. Saya sangat mendukung kalau memang manajemen dan ketua umum merekrut Eduard Valusta," kilah Ridwan dengan tegas
RENCANA DI PUTARAN KE DUA
Kabarnya, manajemen dan pengurus Persikabo telah melakukan kontak dengan stoper Timnas Moldova yang bermain di Klub Olympia (Superliga Moldova) yakni Eduard Valusta (29) tahun untuk memperkuat Persikabo di putaran kedua divisi utama nanti.
Postur kekar dan tercatat sebagai pemain inti Timnas Moldova setidaknya akan menjadi garansi poitif bagi manajemen dan pengurus Persikabo untuk memboyong Eduard Vausta untuk berseragam Persikabo pada putaran kedua nanti. "Saya tetap punya komitmen, semua pemain asing yang akan bergabung di Persikabo harus melalui tahapan seleksi kesehatan, fisik dan juga seleksi lain lainnya. Kita tidak boleh ceroboh dalam merekrut pemain asing. Saya tidak ingin manajemen ataupun pengurus Persikabo selalu gagal dalam perburuan pemain asing. Biarkan semua pemain asing yang akan masuk pada putaran kedua nanti harus ikut seleksi dulu. Saya tidak akan pernah mengistimewakan pemain asing. Karena semua pemain asing ataupun lokal yang ada di Persikabo harus bisa memberikan konstribusi yang bagus buat tim ini," ujar Maman Suryaman, pelatih kepala Persikabo kepada Pakar tadi malam.
Maman menambahkan, kalau Eduard Valusta namanya sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, ia juga sering melihat penampilan Valusta bersama Timnas Moldova. Disamping itu, Valusta juga sempat main ketika Moldova berhadapan dengan Belanda beberapa waktu lalu.
"Sampai saat ini saya tidak tahu persis soal kebijakan manajemen dan pengurus mengenai rencana rekrutmen pemain baru untuk putaran kedua. Saya berharap, kalau memang manajemen dan pengurus Persikabo akan melakukan evaluasi dan pergantian pemain untuk putaran kedua nanti, semua yang menyangkut hak dan kontrak pemain harus segera dibereskan. Saya tidak ingin, ketika jajaran pelatih sedang melakukan seleksi pemain baru, namun hak hak para pemain lama yang akan dilepas ternyata belum dibereskan," imbuh Maman dengan tegas.
Sementara itu, Ketua Harian Persikabo, Drs. M, Ridwan mengatakan, Persikabo wajib melakukan seleksi kepada para pemain sebelum memasuki putaran kedua. "Jeda libur kompetisi ini harus benar benar dimanfaatkan dengan baik oleh manajemen Persikabo dan jajaran pelatih dalam melakukan rekrutmen pemain baru. Jangan sampai Persikabo selalu terjebak dalam istilah membeli kucing dalam karung. Saya sangat mendukung kalau memang manajemen dan ketua umum merekrut Eduard Valusta," kilah Ridwan dengan tegas.
PERSIKABO BUTUH TARGET MAN
Ketua Umum Persikabo, Rachmat Yasin mengatakan, pengurus dan manajemen tim harus mencari striker man yang tangguh dalam jeda kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, tiga minggu ini. Menurutnya, komposisi pemain harus diperbaiki untuk bisa memenuhi ambisi Persikabo untuk mengecap kursi ISL pada musim selanjutnya. Ketiga striker lokal yang dimiliki Persikabo, Ilham Hasan, Zaenal Arif dan dan Jibby Wuwungan dinilai belum cukup, karena posisi grup Persikabo yang berada dalam grup yang didominasi oleh klub keras dari Sumatera.
“Kita butuh striker man yang tangguh yang dapat menjadi kunci dalam permainan. Kita tahu berada dalam grup yang cara bermainnya keras. Jadi rentan kekurangan orang karena cedera. Dalam putaran pertama kita mengalami banyak cedera dan keteteran karena kekurangan orang. Kali ini kita harus bisa memilih orang yang benar-benar tangguh. Untuk mencegah hal-hal seperti sebelumnya, banyak yang cedera,” jelasnya.
Ditanya mengenai siapa yang pantas untuk mengisi kekosongan tersebut, RY mengatakan ia belum memiliki calon yang benar-benar memenuhi kualifikasi untuk menjadi striker di Persikabo. Ia menugaskan manajemen untuk bisa memilih orang yang tepat dalam waktu secepatnya dan melakukan seleksi kembali.
“Kita akan lakukan sesuai dengan kebutuhan klub dan perintah dari ketua umum. Kalau materinya seperti ini, jangankan untuk naik ke ISL, tidak terdegradasi saja sudah syukur. Minimal bertahan. Kita masih menyeleksi pemain asing untuk striker. Nanti lihat saja dalam seleksi siapa yang benar-benar memenuhi criteria. Maman pasti bisa mencari orang yang sesuai dengan karakter Persikabo. pokoknya kita harus bangkit di putaran kedua,” ujar manajer Persikabo, Mas’an Djajuli optimis.
“Kita butuh striker man yang tangguh yang dapat menjadi kunci dalam permainan. Kita tahu berada dalam grup yang cara bermainnya keras. Jadi rentan kekurangan orang karena cedera. Dalam putaran pertama kita mengalami banyak cedera dan keteteran karena kekurangan orang. Kali ini kita harus bisa memilih orang yang benar-benar tangguh. Untuk mencegah hal-hal seperti sebelumnya, banyak yang cedera,” jelasnya.
Ditanya mengenai siapa yang pantas untuk mengisi kekosongan tersebut, RY mengatakan ia belum memiliki calon yang benar-benar memenuhi kualifikasi untuk menjadi striker di Persikabo. Ia menugaskan manajemen untuk bisa memilih orang yang tepat dalam waktu secepatnya dan melakukan seleksi kembali.
“Kita akan lakukan sesuai dengan kebutuhan klub dan perintah dari ketua umum. Kalau materinya seperti ini, jangankan untuk naik ke ISL, tidak terdegradasi saja sudah syukur. Minimal bertahan. Kita masih menyeleksi pemain asing untuk striker. Nanti lihat saja dalam seleksi siapa yang benar-benar memenuhi criteria. Maman pasti bisa mencari orang yang sesuai dengan karakter Persikabo. pokoknya kita harus bangkit di putaran kedua,” ujar manajer Persikabo, Mas’an Djajuli optimis.
Langganan:
Postingan (Atom)
