Jumat, 18 Februari 2011

“Koin Untuk Persikabo”

PAPATUNGAN mungkin itu kata yang sangat tepat untuk memberikan ilustrasi soal menyelamatkan nasib Persikabo yang tengah terjepit soal finansial. Kegagalan merekrut Pablo Frances dan Gilangg Angga yang hanya diminta uang kompensasi 350 juta oleh manajemen Persib Bandung menjadi sinyal merah tentang kondisi keuangan tim Flat Merah milik 4 juta Kabupaten Bogor yang notabene milik Pemkab Bogor juga. Papatungan dalam bahasa Indonesia mungkin akan berarti (Iuran gabungan secara Sukarela) ini bisa dilakukan para pengurus, pengusaha dan Kabomania untuk mengumpukan uang guna menyegarkan kembali kas Persikabo. Terutama dalam rekrutmen pemain pemain baru jebolan ISL.
Belum lama ini saya juga pernah selintas mendengar ada Kabomania yang akan menggalang dana untuk mengumpulkan uang sedapatnya. Setelah itu uangnya akan diserahkan kepada manajemen atau pengurus Persikabo untuk diberikan sebagai tambahan gaji para pemain Persikabo.
Kalau memang itu terwujud, maka kepedulian Kabomania ini melebihi para Birokrat, pengusaha atau investor yang ada di Kabupaten Bogor. Terlepas besar kecilnya pendapataan uang yang akan terkumpul dari Kabomania itu kita patut memberikan apresiasi kepada para Kabomania yang punya ide atau gagasan untuk meringankan beban pengurus dan manajemen dalam penggajian para pemain Persikabo. Akan sangat menarik sekali, kalau Kabomania ini benar benar membuka beberapa Kotak dan diberikan nama “Koin Untuk Persikabo”. Kondisi ini jelas akan mengingatkan kita kepada fenomena Koin Untuk Prita.
Namun, apakah gagasan mulia dari Kabomania ini bisa diterima secara positif apa tidak oleh manajemen dan pengurus Laskar Pajajaran??? Kalau menurut saya apapun bentuknya yang akan dilakukan Kabomania itu harus disikapi secara poistif. Minimal akan menggugah elemen - elemen lain yang berduit supaya tidak tidur terus saat Persikabo bermain ataupun saat Persikabo tengah “Terjangkit Virus Koredas”.
Supaya virus koredas tidak terus menjalar terlalu lama, maka mulai saat ini bagaimana caranya semua pengurus teras Persikabo, birokrat berduit dan pengusaha APBD harus turun gunung dan jangan asal turunnya saja. Tapi harus mau membuka dompet dan tangannya untuk memberikan sedikit perhatian kepada Persikabo.
Persikabo adalah aset masyarakat Kabupaten Bogor, apa salahnya para pengusaha atau investor yang membuka usaha di Kabupaten Bogor memberikan perhatian kepada Persikabo. Lantas kenapa pengurus Persikabo sendiri tidak membuka “ Malam Dana” buat menyelamatkan keuangan Persikabo. Para pengurus Persikabo jangan teralau mengandalkan kepada Ketua Umum. Karena posisi dan pikiran Ketua Umum Persikabo saat ini tidak hanya kepada Persikabo, melainkan semua persoalan harus beliau tangani. Jadi tidak ada salahnya, jika para Kabomania dalam waktu dekat ini akan membuat beberapa kotak “Koin Untuk Persikabo”.

Zoran Rajovic Bidikan Teranyar Raja Midas

Gagal memboyong Pablo Frances bomber latin asal Persib Bandung, pengurus dan manajemen Persikabo kini mengalihkan perhatian kepada Zoran Rajovic dari FK Leotar Trebinje ( Bosnia). Pemain kelahiran 28 Nopember 1979 yang punya kewarganeraan dua yakni Kroasia dan Serbia direncanakan akan datang dalam waktu dekat ini. “ Kalau memang Zoran lebih memungkinkan didatangkan, maka saya lebih setuju Persikabo merekrut Zoran Rajovic. Apalagi saya sudah tahu data dan fakta tentang Zoran via internet. Setahu saya dia pernah jadi Top Skore di Bosnia Primer Leguea ( BPL) dengan 17 gol. Apalagi dia pernah malang melintang main dibeberapa klub Eropa Timur. Bahkan, Zoran Rajovic juga kalau tidak salah pernah menjadi bomber andalan FC Dalian ( Liga China) pada tahun 2000-2001,” tegas Ketua Harian Persikabo, Drs. M. Ridwan.
Pasca kegagalan memboyong Pablo Frances ke Persikabo, manajemen dan jajaran pelatih Laskar Pajajaran memang sedikit oleng. Karena Pablo memang akan dijadikan andalan bagi Persikabo untuk mengisi posisi JP Boumsong. Alternatif terakhir kini jajaran pengurus Persikabo akan mendatangkan Zoran Rajovic, striker dengan tinggi 180 cm melalui agen Eddy Syahputra dari Ligina Sportindo.
Sementara itu, Eddy Syahputra sendiri mengatakan, ia siap dalam waktu dekat ini mendatangkan Zoran Rajovic ke Persikabo asalkan ada kejelasan dari manajemen dan pengurus Persikabo soal harga dulu.
“Kita siap membelikan tiket buat Zoran ke Indonesia. Tapi kita juga ingin ada kepastian dulu dari manajemen Persikabo. Kalau secara kualitasnya, Zoran sudah tidak diragukan lagi. Sekarang saya masih menunggu kepastian dari manajemen dan pengurus Persikabo. Kalau memang sudah ada kepastian. Mungkin setelatnya hari senin atau selasa, Zoran bisa datang ke Indonesia. Saya kembalikan lagi kepada manajemen dan pengurus Persikabo. Serius apa nggak untuk mendatangkan Zoran Rajovic,” tukasnya dengan tegas.

virus koredas

Manajemen Persikabo akhirnya membatalkan peminjaman Pablo Frances dan Gilang Angga dari Persib Bandung gara gara finansial kubu Laskar Pajajaran saat ini tengah “Terjangkit Virus Koredas” alias tidak ada dana sama sekali seperti yang tengah dialami para birokrat atau inohong di Pemkab Bogor. Padahal, selama ini Kabupaten Bogor dikenal dengan julukan “Lumbung Dolar,” tapi untuk mencari uang 350 juta saja tidak ada.
Padahal, di Kabupaten Bogor sendiri banyak pengusaha yang peduli sepakbola, banyak birokrat yang hobi sepakbola dan ada beberapa direkrut BUMD yang cinta Persikabo. Namun, kenapa Raja Midas alias Mas’an Djajuli yang menjabat sebagai General Manajer Persikabo, seperti kerja sendiri mencari uang buat bayar kompensasi kepada manajemen Persib. Sampai sampai tensi darah Raja Midas mencapai angka 170
Dalam konteks yang sama, upaya Ketua Umum Persikabo, Drs. H. Rachmat Yasin, MM yang memerintahkan kepada Mas’an Djajuli untuk berkoordinasi dengan para pengurus Persikabo lainya terkait penanggulangan dana segar buat biaya kompensasi peminjaman Pablo dan Gilang tidak menemui titik temu. Para pengurus teras seperti. H. Didi Kurnia, Ridwan Ardiwinata, H Rudi Ferdian, Adang Suptandar, Rustandi dan Dedy Bachtiar.
“Sesuai perintah Pak RY, saya telpon ke Pak Rustandi dan pengurus Persikabo lainnya. Namun, semuanya tidak bisa memberikan jalan keluar untuk mendapatkan dana segar buat Kompensasi peminjaman Pablo dan Gilang. Saya jadi bingung sendiri. Apa betul mereka mereka tidak punya yang sama sekali. Masa sekelas Pak Dedy Bachtiar, kepala DPKBD tidak punya uang sebesar 350 jutaan buat biaya transfer Pablo dan Gilang Angga. Kita akan pasti ganti uang mereka. Namun nasi sudah menjadi bubur. Sekarang Manajemen Persib sudah tidak percaya lagi kepada kita, karena kita telat memberikan uang kompensasi kepada Persib,” ujar Mas’an Djauli kepada Pakar kemarin petang. Dalam kesempatan yang sama, Sekum Persikabo, H. Didi Kurnia, SH membantah soal kegagalan Persikabo merekrut Pablo Frances dan Gilang Angga bukan semata mata karena telat transfer.
“Sebenarnya bukan kita telat memberikan uang kompensasi kepada manajemen Persib. Namun karena kita mengkaji ulang lagi soal status pinjaman tersebut. Kalau memang kita Cuma pinjam Pablo dan Gilang dari Persib, mungkin kita hanya bayar gaji mereka saja. Akan tetapi fakta yang ada, kita harus bayar juga kompensasi kepada Persib. Kalau kita bayar kompensasi itu namanya bukan pinjam tapi transfer,” ujar H. Didi Kurnia, SH yang juga menjabat sebagai Kadisdik Kabupaten Bogor.
Lebih lanjut, kata Didi, pengurus sekarang sedang mencari atlernatif lain setelah Pablo dan Gilang Angga gagal didapatkan Persikabo musim ini. “ Kita tidak ingin terburu buru dalam mencari para pemain untuk putaran kedua ini. Kami dari jajaran pengurus berharap manajemen dan jajaran pelatih untuk tetap fokus mempersiapkan mental bertanding menjelang dua laga tandang ke Persires dan Persih Tembilahan. Dua laga tandang tersebut wajib diraih dengan angka penuh oleh Persikabo.,” ujar Didi dengan tegas.
Sementara itu, pelatih kepala Persikabo, Maman Suryaman mengatakan, kendati manajemen dan pengurus gagal mendapatkan Pablo dan Gilang Angga, ia tetap harus bisa mengoptimalkan para pemain yang ada saat ini.
“Awalnya saya senang kalau manajemen dan pengurus mau mendatangkan, Pablo, Gilang, Bachtiar, Dony F Siregar dll. Tapi, kita sudah tahu semua kalau semua pemain buruan itu gagal kita dapatkan. Saya harus tetap optimis untuk mengoptimalkan para pemain yang ada sekarang untuk dua laga di Tembilahan dan Rengat,” tandasnya.

Rabu, 16 Februari 2011

tidak serius

Rencana Persikabo mendatangkan Pablo Frances dan Gilang Angga dari Persib Bandung bisa saja gagal ditengah jalan. Padahal, manajemen kedua klub sudah oke soal rencana peminjaman kedua pemain tersebut. Namun, karena keuangan Raja Midas atau Mas’an Djajuli sedang menipis, maka peluang Persikabo untuk mendapatkan tenaga Pablo Frances dan Gilang Angga terancam gagal.
“ Sampai saat ini Persikabo belum ada dana untuk kompensasi kepada manajemen Persib Bandung terkait Pablo dan Gilang Angga. Padahal, saya dan Pak Umuh sudah ada kesepakatan dan kedua pemain juga sudah siap bergabung dan bertolak ke Bogor dari Bandung menuju Cibinong. Saya jadi bingung dan pusing tujuh keliling. Apalagi masyarakat bola di Kabupaten Bogor sudah senang banget dengan rencana kehadiran Pablo dan Gilang Angga ke Persikabo,” ujar General Manajer Persikabo, Mas’an Djajuli alias Raja Midas kepada Pakar tadi malam.
Mas’an menambahkan, padahal ia sudah meminta bantuan kepada Adang Suptandar, Rustandi, Ridwan, Rudi Bule dan Didi Kurnia soal masalah ini. Namun sampai tadi malam, saya belum mencarikan jalan keluarnya untuk dana kompensasi kepada Persib Bandung.
“Saya takut Persib Bandung berubah pikiran dan kedua pemain itu malah dipinjamkan ke klub lain. Saya tidak mau malu kepada masyarakat bola Kabupaten Bogor. Padahal belum lama ini Pak Rachmat Yasin sudah memerintahkan kepada saya untuk mengurusi soal perpindahan Pablo dan Gilang Angga. Kalau uang tanah saya sudah cair mungkin saya bisa melakukan penanggulangan dulu buat bayar Pablo dan Gilang Angga,” tegas Mas’an Djajuli.
Dalam kesempatan yang sama, Head Coach Persikabo, Maman Suryaman mengatakan, ia tidak mau ikut campur soal hal hal yang berkaitan dengan manajemen tim. Karena menurutnya, tugasnya adalah melatih dan melatih para pemain. Namun demikian, kata Maman, ia juga ingin merasa enjoy dalam melatih dan untuk menerapkan pola yang akan diturunkan pada saat away ke Tembilahan dan Rengat. Untuk itulah, Maman juga berharap banyak persoalan rekrutmen pemain baru ataupun pencoretan pemain lama bisa diselesaikan pekan ini. Hingga pada saat putaran kedua mulai, semua pemain baru sudah terdaftar sebagai pemain Persikabo.
Dilain pihak, Imel Tedi, suporter Persikabo yang berasal dari Kecamatan Ciomas mengatakan, seharusnya Ketua Umum Persikabo memberikan tugas khusus kepada jajaran pengurus Persikabo lainnya terkait kesulitan dana yang tengah dialami Persikabo saat ini.
“Persikabo tengah memasuki fase genting. Pemecatan pemain dan pembelian pemain baru tidak bisa dibayar dengan kata kata atau janji lisan saja. Namun harus dibayar dengan uang cash. Ketua Umum Persikabo, harusnya ikut memberikan jalan keluar kepada manajemen tim Laskar Pajajaran soal masalah ini. Apalagi, dalam jajaran kepengurusan Persikabo saat ini banyak sekali birokrat Pemkab Bogor yang ekonominya diatas rata rata. Masa para pengurus yang kategori birokrat ini tidak bisa mencarikan jalan keluar bagi kesulitan finansial Persikabo,” tegas alumni IPB ini .
Selanjutnya, kata Imel, kalau memang RY serius ingin membawa Persikabo ke Superliga, kenapa tidak dari awal para pemain yang masuk ke Laskar Pajajaran ini para pemain jebolan ISL dengan pelatih jebolan ISL juga. “ Saya meragukan target Superliga yang dicanangkan RY selaku Ketua Umum Persikabo. Saya kadang kala bertanya, apakah RY serius atau tidak dengan target Superliga. Saya harap RY jangan cuma meninabobokan masyarakat bola Kabupaten Bogor saja,” tegasnya.

maman sudah siapkan plan alternatif

Skuad baru Persikabo, akan diuji hari ini dengan melawan PS Gunung Putri di stadion Persikabo Cibinong. Singkatnya waktu menjelang pertandingan perdana putaran kedua, membuat semua agenda yang sudah disusun pada akhir putaran pertama lalu harus dipercepat. Manajer Persikabo, Mas’an Djajuli mengatakan, perekrutan pemain yang sudah bergabung seperti Sony Kurniawan, Maulana, Eduard Valutsa dan Ridwan Awaludin sejauh ini memperlihatkan perkembangan yang positif.
“Mereka bermain bagus dan sudah bisa beradaptasi dengan tim. Sonny yang baru datang dan Eduard yang baru beberapa hari di Indonesia juga sudah mulai tampak berbaur dengan tim. Penampilan mereka dalam latihan sore ini (kemarin sore red.) juga bagus. Besok (hari ini red.) kita akan melakukan uji coba untuk melihat hasil latihan,” jelas Mas’an.
Mengenai Gilang Angga dan Pablo Frances, Mas’an mengatakan, ia masih menunggu pencairan dana untuk Persikabo sebagai uang muka kontrak mereka. Karena hingga kemarin, uang tersebut belum turun. Kondisi ini cukup membuat pusing Raja Midas itu, karena tenggat waktu pendaftaran pemain dan pertandingan putaran kedua akan segera bergulir.
“Dananya masih belum turun. Makanya mereka belum bisa bergabung. Kontrak sudah disetujui oleh manajemen Persib, Persikabo dan pemainnya. Namun selama belum ada transferan sebagai tanda jadi, mereka tidak akan ke Bogor. Besok (hari ini red.) kepastian dari Gilang dan Pablo,” lanjutnya dengan mimik wajah risau.
Sementara itu, head coach Persikabo, Maman Suryaman, mengaku sudah menyiapkan dua rencana alternatife untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk gagalnya transfer Gilang Angga dan Pablo Frances.
“Sebagai pelatih saya sudah siapkan plan B dan plan C. Kalau kemungkinan terburuk mereka gagal ditransfer, maka saya sudah punya cadangan siapa yang akan diambil untuk menggantikannya. Kemampuan mereka tidak jauh berbeda. Namun tentu kita prioritaskan dulu rencana A yang sudah dirancang bersama manajemen,” ucapnya memberi solusi.